APINDO Desak Perbaikan Hulu Sektor Riil agar Investasi Tetap Tumbuh dan PHK Dicegah
APINDO mendorong perbaikan struktural di sektor hulu agar investasi tidak mandek dan PHK bisa dicegah. 14 isu prioritas diidentifikasi, mulai dari biaya produksi, logistik, hingga kepastian bahan baku.

Biaya produksi yang terus居高不下 mengancam daya saing pelaku usaha di Jawa Barat. Shinta W. Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, menilai perbaikan tidak bisa sekadar dilakukan di tingkat permukaan.
"Kalau kita sungguh ingin mencegah PHK, kita tidak boleh hanya sibuk berdebat di hilir. Kita harus berani memperbaiki permasalahan hulunya," kata Shinta dalam Rakornas APINDO di Makassar, medio Agustus lalu.
Kabupaten Bandung sendiri mencatatkan lonjakan investasi Rp7,3 triliun pada triwulan III 2025, menurut data yang pernah diliput sebelumnya. Angka itu menunjukkan potensi besar Jawa Barat sebagai magnets investasi. Namun potensi itu bisa tergerus kalau persoalan struktural tidak disentuh.
Baca Juga: MT4 dan MT5 Sama-sama Populer di Kalangan Trader Muda Bandung tapi Fungsinya Beda
APINDO mengidentifikasi setidaknya 14 isu prioritas yang menjadi hambatan berusaha. Daftar itu mencakup harga gas industri, biaya logistik, kepastian pasokan bahan baku, tata ruang, sertifikasi halal, hingga pengelolaan sampah dan sistem pengemasan ulang.
Shinta menyoroti empat persoalan utama yang paling membebani pelaku usaha. Pertama, biaya produksi yang relatif tinggi. Kedua, ketiadaan kepastian pasokan bahan baku. Ketiga, biaya logistik dan energi yang belum kompetitif. Keempat, efektivitas regulasi dan birokrasi yang masih perlu disempurnakan.
Dia menegaskan keempat persoalan itu tidak cukup ditangani dengan kebijakan jangka pendek.
Baca Juga: Pemkot Bandung Gandeng Danantara Olah Sampah 300 Ton per Hari dengan Biaya Rp250 Ribu per Ton
Upaya pembenahan kini dijalankan melalui Task Force Debottlenecking yang dibentuk APINDO bersama pemerintah. Tim ini bertugas mengidentifikasi, memetakan, mengawal, hingga memastikan penyelesaian berbagai hambatan yang masih membelit pelaku usaha.
Di sisi lain, pemerintah mengklaim fondasi ekonomi nasional masih kuat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut inflasi stabil, optimisme manufaktur terjaga, pertumbuhan kredit positif, dan investasi serta ekonomi digital terus bergerak.
APINDO berpandangan keberlangsungan investasi sangat bergantung pada kepastian berusaha. Ketika biaya produksi bisa ditekan, rantai pasok lebih efisien, energi tersedia dengan harga kompetitif, serta regulasi memberikan kejelasan, pelaku usaha akan lebih berani mempertahankan dan memperluas investasinya.
Sektor riil yang sehat menjadi fondasi agar investasi tetap bergerak, industri tetap produktif, dan kesempatan kerja terus terbuka untuk masyarakat.