Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Antrean Subuh SD Favorit di Sukabumi: Kuota Terbatas Bikin Ortu Rela Begadang

Jabar · Oleh · · Diperbarui 7 Agustus 2026

Fenomena antrean subuh di SD Favorit Sukabumi dipicu kuota harian terbatas 100 orang. Ortu rela titip tumbler dan helm jaga posisi antrean.

Antrean Subuh SD Favorit di Sukabumi: Kuota Terbatas Bikin Ortu Rela Begadang

Kuota Terbatas SD Favorit di Sukabumi Picu Antrean Subuh

Memasuki musim pendaftaran tahun ajaran baru, fenomena unik terjadi di Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Puluhan bahkan ratusan orang tua rela terbangun dini hari dan berbaris di depan gerbang sekolah sejak pukul 04.00 WIB, jauh sebelum pintu pendaftaran resmi dibuka.

Bukan tanpa alasan para orang tua ini begitu gigih menjaga posisi antrean mereka. Pengalaman pahit di hari pertama pendaftaran menjadi trauma yang mendorong mereka untuk datang lebih awal di hari-hari berikutnya.

Baca Juga: Polres Kuningan Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk 2 Hari ke Warga Terdampak Kemarau di Garawangi

"Pengalaman hari pertama gak kebagian nomor. Jadi hari kedua ini nyobain subuh, ternyata jam 4 sudah ada yang antre. Saya datang jam setengah lima pagi," cerita Fitria, salah satu calon orang tua murid yang menceritakan pengalamannya.

Trik Kreatif Orang Tua Jaga Posisi Antrean

Yang menarik dari pemandangan antrean panjang ini adalah strategi yang digunakan para orang tua ini. Mereka tidak standby di tempat selama berjam-jam, melainkan menugaskan barang-barang pribadi sebagai "penjaga" posisi antrean.

Baca Juga: Legislator Dorong SMA/SMK di Garut Masukkan Seni Budaya ke Pembelajaran Sehari-hari

Berbagai benda sehari-hari tampak berjejer rapi di atas aspal:

Tak heran jika melihat deretan tumbler dan helm berbaris di depan gerbang sekolah стало menjadi pemandangan yang tak biasa di pagi hari.

Sandi Saepul Bakri, misalnya, berhasil mendapatkan nomor antrean kedelapan berkat botol minumnya yang dititipkan sejak subuh. Padahal, di hari sebelumnya, dia datang pukul 07.00 pagi dan langsung gigit jari karena kuota harian sudah habis.

Kebijakan Kuota Harian yang Memicu Kekhawatiran

Kepanikan para orang tua bukan tanpa dasar. SDN CBM Suryakencana menerapkan kebijakan pembatasan pendaftar maksimal 100 orang per harinya. Pendaftaran sendiri hanya dibuka dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Angka ini terasa sangat terbatas mengingat animo masyarakat Sukabumi yang tinggi terhadap sekolah negeri berkualitas ini.

Pihak sekolah sendiri menyediakan total kuota 144 kursi untuk siswa baru tahun ajaran ini. Dengan sistem pendaftaran yang dijadwalkan dari Senin hingga Jumat, seharusnya masih banyak kesempatan bagi orang tua untuk mendaftarkan anak mereka.

Sekolah Berikan Klarifikasi

Menanggapi fenomena antrean subuh yang menjadi sorotan publik, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDN CBM Suryakencana, Yucke Lasmara, memberikan tanggapan.

"Ini di luar dugaan kami. Sebenarnya waktu pendaftaran kami cukup panjang dari Senin sampai Jumat dengan total kuota keseluruhan mencapai 400 pendaftar. Jadi ini murni karena keresahan dan ketakutan para calon orang tua siswa saja yang takut gak kebagian nomor," jelas Yucke.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kekhawatiran berlebih dari para orang tua menjadi penyebab utama fenomena antrean panjang, bukan karena sistem pendaftaran yang bermasalah.

Pelajaran dari Fenomena Antrean Subuh

Kasus antrean pendaftaran SD di Sukabumi ini mencerminkan beberapa hal penting:

  1. Persaingan pendidikan yang ketat Semakin tinggi kualitas sekolah, semakin besar minat masyarakat ini menimbulkan tekanan bagi orang tua untuk segala cara memastikan anak mereka mendapat tempat.
  1. Kebutuhan edukasi masyarakat Diperlukan sosialisasi yang lebih masif dari pihak sekolah mengenai kuota dan jadwal pendaftaran agar tidak ada pihak yang merasa perlu begadang demi antrean.
  1. Solusi digital Penerapan sistem pendaftaran online bisa menjadi solusi untuk menghindari penumpukan antrean fisik dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi semua orang tua.

Bagi para orang tua di Sukabumi yang belum berhasil mendaftarkan anaknya, masih ada waktu hingga akhir minggu ini. Disarankan untuk datang lebih pagi dan mempersiapkan dokumen sejak awal agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa harus berkompromi dengan dinginnya angin subuh.