Anggota DPRD Jabar Dorong Perluasan Program Rumah Panggung Anti Banjir di Bekasi
Anggota DPRD Jabar M Faizin mendorong perluasan program rumah panggung anti banjir di Pondok Gede Permai, Bekasi, di mana hanya 18 unit selesai sedangkan 80 kepala keluarga masih membutuhkan bantuan ini.

Kawasan Pondok Gede Permai di Kota Bekasi merupakan salah satu titik rawan banjir tahunan di Jawa Barat, di mana luapan sungai hampir terjadi setiap musim hujan, mengganggu aktivitas warga dan merusak properti mereka. Menanggapi masalah ini, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat M Faizin mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk melanjutkan dan memperluas program pembangunan rumah panggung anti banjir di kawasan tersebut.
Latar Belakang Prioritas Lokasi
Pemilihan Pondok Gede Permai sebagai lokasi prioritas program ini tidak terlepas dari tingkat risiko banjir yang tinggi setiap tahun. Menurut Faizin, kawasan ini telah menjadi langganan bencana banjir, sehingga solusi hunian yang adaptif terhadap bencana sangat dibutuhkan oleh warga setempat.
Detail Program Rumah Panggung Anti Banjir
Program inovatif ini menawarkan hunian yang aman dan nyaman bagi warga terdampak banjir, dengan setiap unit rumah panggung anti banjir menelan anggaran sekitar Rp125 juta. Secara teknis, bangunan ini menggunakan material beton pracetak berstandar Nasional (SNI) yang menjamin kekuatan struktur, sehingga tahan terhadap beban banjir dan kondisi cuaca ekstrem. Faizin menjelaskan bahwa struktur utama rumah panggung bahkan dapat terpasang hanya dalam waktu dua hari, dengan seluruh proses pembangunan selesai dalam sekitar empat bulan hingga siap dihuni. Selain aspek keamanan, desain bangunan juga memperhatikan kenyamanan penghuni dengan menyediakan ruang terbuka pada bagian bawah rumah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas tambahan, seperti penyimpanan barang, tempat berkumpul, atau usaha kecil warga.
Realisasi dan Kekurangan Program Saat Ini
Hingga saat ini, realisasi pembangunan rumah panggung anti banjir di Pondok Gede Permai baru mencapai 10 unit pada tahun 2026 ini, ditambah delapan unit yang telah rampung pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, masih terdapat sekitar 80 kepala keluarga (KK) di kawasan yang belum tersentuh bantuan hunian ini. Faizin menegaskan bahwa dukungan penuh anggaran dari Pemprov Jabar sangat dibutuhkan agar solusi hunian ini bisa dirasakan secara merata oleh seluruh warga terdampak banjir. Menurutnya, perluasan program ini akan membantu meminimalisir dampak banjir secara signifikan bagi masyarakat setempat.
"Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan agar seluruh warga terdampak banjir dapat merasakan solusi yang sama. Sehingga dampak banjir bisa diminimalisir secara signifikan," ujar M Faizin dalam keterangan.
Analisis Solusi Adaptif Terhadap Bencana
Program rumah panggung anti banjir ini dianggap sebagai jawaban konkret terhadap permasalahan banjir yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Dibandingkan dengan evakuasi sementara yang hanya memberikan solusi jangka pendek, rumah panggung memungkinkan warga tetap tinggal di lokasi yang familiar tanpa harus khawatir akan genangan air yang masuk ke dalam rumah. Selain itu, penggunaan material beton pracetak SNI juga menjamin kualitas dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang, sehingga program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga setempat.