Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Anggaran Jabar 2026 Terancam: Pemprov Siapkan Jurus Hemat!

KDM · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jawa Barat hadapi ancaman defisit anggaran Rp3 triliun pada 2026 akibat pemotongan dana pusat dan tunggakan. Gubernur Dedi Mulyadi siapkan jurus penghematan drastis, mulai dari mematikan listrik hingga pangkas perjalanan dinas, demi menjaga pembangunan tetap prima.

Anggaran Jabar 2026 Terancam: Pemprov Siapkan Jurus Hemat!

Anggaran Jabar 2026 Terancam: Pemprov Siapkan Jurus Hemat!

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dihadapkan pada tantangan fiskal yang signifikan menjelang tahun 2026. Pemotongan dana bagi hasil pajak oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp2,458 triliun menjadi pukulan telak. Beban ini diperparah dengan tunggakan pembayaran proyek pembangunan tahun 2025 senilai hampir Rp600 miliar yang baru dapat dilunasi pada Januari 2026. Akibatnya, hampir Rp3 triliun ruang fiskal APBD 2026 tergerus.

"Beban lainnya ialah beban dana utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hampir Rp600 miliar, dengan kewajiban pembayaran bunga sekitar Rp50 miliar setiap tahun."

Demikian disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menambahkan bahwa Pemprov Jabar juga memiliki kewajiban lain yang harus dibiayai, antara lain:

Upaya Penghematan Total untuk Pembangunan Berkelanjutan

Meskipun menghadapi tekanan anggaran, Gubernur Dedi memastikan anggaran pembangunan akan mengalami peningkatan. Salah satu fokus utama adalah sektor infrastruktur jalan, dengan alokasi anggaran yang semula sekitar Rp3,5 triliun kini ditingkatkan menjadi Rp4,5 triliun.

Untuk mendukung langkah ini, Pemprov Jabar menerapkan serangkaian kebijakan penghematan yang ketat di lingkungan internal pemerintahan:

  1. Penghematan Energi: Mematikan listrik di gedung-gedung pemerintah.
  2. Pembatasan Kegiatan Seremonial: Hanya dua agenda utama yang akan diselenggarakan, yaitu peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat.
  3. Efisiensi Jamuan Tamu: Anggaran makan dan minum dipangkas drastis dari Rp3,5 miliar per tahun menjadi hanya Rp500 juta. Kini, tamu yang berkunjung ke lingkungan Pemprov Jabar hanya disuguhi air putih.

Secara pribadi, Gubernur Jawa Barat juga memimpin upaya penghematan dengan menghapus penggunaan baju dinas, kendaraan dinas, serta perjalanan dinas. Anggaran perjalanan dinas yang sebelumnya mencapai Rp1,5 miliar telah diturunkan menjadi Rp150 juta pada 2025, dan pada 2026 tidak akan ada lagi anggaran untuk pos ini.

Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi:

"Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor dengan taat. Dukungan masyarakat akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan."

Melalui langkah-langkah penghematan yang komprehensif ini, Pemprov Jabar optimis dapat mengatasi tantangan fiskal sekaligus memastikan proyek-proyek pembangunan strategis tetap berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kebijakan Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Anda dapat mengunjungi situs resmi Pemprov Jabar.