Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Analisis Dua Calon Ketua DPD Golkar Jawa Barat Menuju Musda 2026

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Musda DPD Golkar Jawa Barat 2026 memasuki fase persiapan, dengan dua calon ketua Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin menawarkan kekuatan unik untuk merebut kursi kepemimpinan partai.

Analisis Dua Calon Ketua DPD Golkar Jawa Barat Menuju Musda 2026

Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Jawa Barat 2026 memasuki fase persiapan akhir, dengan pelaksanaan rencana di awal April 2026. Dua calon ketua yang bersaing, Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin, tengah melakukan upaya maksimal untuk menguatkan barisan pendukung sebelum pemilihan berlangsung. Kedua figur menawarkan kekuatan berbeda yang akan mempengaruhi dinamika internal partai di provinsi paling padat penduduk di Indonesia.

Profil dan Kekuatan Ahmad Hidayat: Kader Murni Berbasis Struktur Lokal

Ahmad Hidayat dikenal sebagai kader murni yang tumbuh sepenuhnya dari proses internal partai, tanpa latar belakang warisan politik. Pengalamannya dibangun dari level akar rumput hingga tingkat provinsi, membangun kedekatan kuat dengan struktur partai di seluruh Jawa Barat. Sebagai mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Bandung (Unisba) dan anggota DPRD Jawa Barat, Ahmad juga menjabat sebagai Ketua AMPI Jabar, yang menunjukkan konsistensinya dalam kaderisasi partai. Sosok ini juga dikenal dekat secara politis dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bahkan dijuluki sebagai "adik politis" Kang Dedi Mulyadi yang telah mendukung perjalanan karier politik sang gubernur selama bertahun-tahun.

Dalam upaya memperkuat dukungan, Ahmad telah mengantongi dukungan dari 11 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Jawa Barat, seperti yang ia ungkapkan saat mendaftarkan diri:

"Hingga saat ini, saya telah mengantongi dukungan dari 11 DPD,"

Pendaftaran dilakukan pada Rabu (1/4) di Gedung DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung. Kekuatan utama Ahmad terletak pada jaringan struktural yang solid dan loyalitas kader di tingkat lokal, yang dianggap sebagai fondasi penting untuk mengawal arah kepemimpinan Golkar Jawa Barat ke depan. Ia mengusung pendekatan kepemimpinan berbasis kader dan organisasi, yang menjadi pembeda dalam dinamika pemilihan internal partai.

Daniel Mutaqien Syafiuddin: Pesaing dengan Jaringan Nasional Luas

Sementara itu, Daniel Mutaqien Syafiuddin, yang juga merupakan anggota DPR RI, menghadirkan kekuatan yang berbeda: jaringan nasional yang luas. Pengalamannya di tingkat pusat serta aktif di berbagai organisasi politik dan kepemudaan menjadikannya figur yang memiliki relasi di level elit partai. Modal utama Daniel adalah pengalaman lintas organisasi dan jaringan yang telah dibangun selama bertahun-tahun di dunia politik nasional. Kehadirannya tetap menjadi faktor penting yang memberikan warna baru dalam dinamika Musda Golkar Jawa Barat 2026.

Dinamika Musda 2026: Penentu Arah Strategis Partai Jabar

Musda kali ini bukan hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan internal partai, tetapi juga penentu arah strategis Golkar Jawa Barat dalam menghadapi agenda politik ke depan. Sosok yang terpilih nantinya akan memegang peran krusial dalam menyusun dan menjalankan program partai di provinsi, serta mempengaruhi arah politik Golkar di wilayah Jawa Barat. Dengan dua calon yang memiliki kekuatan berbeda, kompetisi ini diperkirakan akan menarik dan mempengaruhi struktur internal partai di Jawa Barat dalam waktu dekat.