Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Analisis BMKG: Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Akhir Maret 2026

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

BMKG mengungkapkan penyebab cuaca ekstrem melanda Jawa Barat pada 28 Maret 2026, dengan dampak pohon tumbang dan kerusakan di Bandung serta Tasikmalaya. Masyarakat diimbau waspada dalam beberapa hari ke depan.

Analisis BMKG: Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Akhir Maret 2026

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat pada Sabtu, 28 Maret 2026. Hujan lebat disertai angin kencang memicu berbagai kejadian, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan fasilitas umum di Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya. Analisis terperinci dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengungkap dinamika atmosfer yang menjadi pemicu bencana cuaca ini.

Kondisi Nyata Cuaca Ekstrem di Wilayah Tertentu

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan, cuaca buruk tercatat di beberapa titik di Kota Bandung, termasuk Jalan Guntursariwetan, Terusan Buah Batu, dan kawasan Lodaya. Hujan lebat dengan angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang yang menutup akses jalan, serta papan reklame yang roboh. Bahkan, ada pohon tumbang yang menimpa kendaraan pribadi. Kejadian serupa juga dilaporkan di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Jalan KH Lukmanul Hakim, di mana pohon tumbang menimpa sebuah mobil. Data curah hujan menunjukkan intensitas yang berbeda di kedua wilayah:

Analisis Penyebab Cuaca Ekstrem Menurut BMKG

Berdasarkan analisis meteorologi, cuaca ekstrem ini dipicu oleh sejumlah faktor gabungan, antara lain:

  1. Suhu muka laut yang hangat yang meningkatkan suplai uap air ke atmosfer
  2. Pertemuan dan belokan angin di wilayah Jawa Barat yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif
  3. Aktifnya gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby
  4. Kelembapan udara tinggi di lapisan 850–500 mb yang mencapai 50–95 persen

Data citra radar menunjukkan awan hujan mulai terpantau di Bandung sejak pukul 11.41 WIB, dengan reflektivitas mencapai 35–55 dBZ dan berkembang signifikan hingga sore hari. Sementara di Tasikmalaya, awan konvektif tumbuh cepat sejak pukul 12.10 WIB dan meluas hingga menjelang malam.

Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat Jawa Barat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari, terutama setelah pemanasan kuat di pagi hingga siang hari. Rahayu menambahkan beberapa aturan penting untuk diikuti:

"Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. Risiko sambaran petir juga perlu diantisipasi dengan berlindung di tempat aman."

Masyarakat di wilayah rawan longsor dan banjir juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari. BMKG juga mengingatkan ciri awan berpotensi hujan ekstrem, yaitu awan berwarna gelap, menjulang tinggi seperti kembang kol, atau dikenal sebagai awan cumulonimbus.

Dengan memahami penyebab dan tanda-tanda cuaca ekstrem, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan properti dari dampak yang mungkin terjadi.