Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ambulans Terjebak di Jalan Lumpur Cianjur: Ibu Hamil Ditandu

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Ibu hamil di Desa Panyindangan Cianjur harus ditandu ke RSUD Pagelaran setelah ambulansnya terjebak di jalan lumpur rusak. Perbaikan jalan tersebut tertunda sejak 5 bulan lalu dan akhirnya ibu hamil selamat melahirkan.

Ambulans Terjebak di Jalan Lumpur Cianjur: Ibu Hamil Ditandu

Sebuah insiden darurat terjadi di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ketika ambulans yang mengantar seorang ibu hamil yang akan melahirkan terjebak di medan lumpur dan jalan rusak. Peristiwa ini memaksa warga setempat untuk menandu ibu hamil tersebut melewati 2 kilometer jalan yang tidak layak pakai sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

Latar Jalan Rusak yang Sudah Lama Dikeluhkan

Jalan yang menjadi rute ambulans tersebut adalah jalan kabupaten sepanjang 2 kilometer yang telah mengalami kerusakan parah selama 5 bulan terakhir. Menurut Kepala Desa Panyindangan, Deden Slamet, kondisi jalan ini semakin memburuk akibat sering diguyur hujan dan dilalui kendaraan berat. Perbaikan terakhir pada jalan ini dilakukan pada tahun 2019, dan sejak itu tidak ada perawatan rutin yang dilakukan.

"Kejadiannya pekan kemarin, akibat kondisi jalan yang rusak parah serta berlumpur sehingga mobil ambulans desa tidak mampu melewati medan tersebut. Ibu hamil yang akan melahirkan terpaksa diturunkan dari mobil dan ditandu untuk menghindari guncangan saat di dalam ambulans," kata Deden dalam wawancara dengan tim redaksi.

Deteksi Peristiwa Terjebaknya Ambulans

Insiden terjebaknya ambulans terjadi pekan kemarin, ketika tim layanan darurat medis mencoba mengantar ibu hamil ke RSUD Pagelaran. Namun, ketika tiba di ruas jalan yang rusak dan berlumpur, mobil ambulans desa tidak mampu melanjutkan perjalanan. Untuk menghindari guncangan yang bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya, tim medis memutuskan untuk menurunkan ibu hamil dari ambulans dan menandukannya melewati medan lumpur.

Selain itu, warga setempat juga datang membantu untuk mendorong ambulans terjebak tersebut agar bisa melanjutkan perjalanan. Setelah ambulans berhasil melewati ruas jalan yang rusak, ibu hamil dinaikkan kembali ke dalam kendaraan darurat dan dibawa ke rumah sakit untuk melanjutkan proses persalinan.

Upaya Perbaikan yang Masih Tertunda

Menurut Deden, pihak desa telah mengajukan permintaan perbaikan jalan kabupaten ini beberapa kali ke instansi terkait, namun hingga saat ini tidak ada realisasi dari permintaan tersebut. Dia menambahkan bahwa kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu layanan ambulans, tetapi juga aktivitas sehari-hari warga, seperti berpergian ke pasar, mengakses layanan pendidikan, dan mencari perawatan kesehatan.

"Kami sudah mengirimkan surat permintaan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Cianjur, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan atau tindakan apapun. Ini sangat mengganggu semua warga, terutama saat ada keadaan darurat seperti persalinan," jelas Deden.

Dampak Insiden dan Peringatan untuk Pemerintah

Insiden ini kembali menyoroti masalah infrastruktur jalan di daerah pedesaan Cianjur yang masih kurang terawat. Banyak ruas jalan di wilayah ini yang tidak mendapatkan perawatan rutin, terutama di musim hujan, yang menyebabkan banyak kendaraan terjebak dan gangguan layanan publik. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti permintaan perbaikan jalan, mengingat keselamatan warga adalah prioritas utama.

Meskipun mengalami penundaan yang cukup lama dalam perjalanan, ibu hamil tersebut akhirnya dapat melahirkan dengan selamat di RSUD Pagelaran. Deden memastikan bahwa kondisi ibu hamil dan bayinya baik-baik saja setelah proses persalinan.