Act Move in Collaboration: Pameran Seni Bandung yang Angkat Bahasa Visual Jalanan
Tujuh seniman Bandung mempersembahkan Pameran Act Move in Collaboration di Orbital Dago, menampilkan karya bertema kekuasaan kekerasan konsumsi dan kehidupan urban lewat bahasa visual seni jalanan.

Act Move in Collaboration: Pameran Seni Bandung yang Angkat Bahasa Visual Jalanan
Pameran seni rupa kembali menjadi Sorotan di Bandung. Kali ini, tujuh seniman muda mempersembahkan karya-karya bertema kehidupan sosial-politik kontemporer melalui pameran Act Move in Collaboration yang Held di Orbital Dago, Jawa Barat.
Berbeda dari pameran seni pada umumnya, kolaborasi ini menampilkan perpaduan unik antara citra, teks, reproduksi mekanis, dan benda-benda sehari-hari yang dikurasi menjadi satu kesatuan visual yang memikat.
Tujuh Seniman Satukan Visi dalam Pameran Kolaboratif
Pameran ini mengumpulkan tujuh seniman dengan satu visi besar, yaitu mengangkat bahasa visual seni jalanan yang selama ini jarang Getsor di ruang galeri formal. Melalui pendekatan kolaboratif, mereka berhasil menciptakan dialog visual yang membahas isu-isu penting seperti:
- Kekuasaan dan dampak kebijakan terhadap masyarakat
- Kekerasan yang meresap dalam kehidupan sehari-hari
- Konsumsi berlebih di era modern
- Identitas dan krisis jati diri generasi urban
- Kehidupan perkotaan yang semakin kompleks
Masing-masing seniman membawa perspektif unik mereka, namun tetap tersaji dalam satu narasi yang koheren dan mudah dipahami pengunjung.
Arman Jamparing Jadi Inspirasi Utama
Konsep visual jalanan yang diusung dalam pameran ini terinspirasi dari karya Arman Jamparing, seniman yang dikenal dengan kritik sosial tajamnya. Penggunaan elemen street art dalam konteks galeri memberikan perspektif baru tentang bagaimana seni jalanan bisa diangkat dan dihargai Without mengurangi esensi pesannya.
Pameran ini membuktikan bahwa seni jalanan memiliki kedalaman yang tak kalah dengan bentuk seni lainnya.
Kombinasi reproduksi mekanis dengan sentuhan tangan seniman menciptakan tekstur visual yang kaya dan multidimensional.
Refleksi Sosial Lewat Karya Seni
Pameran Act Move in Collaboration menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Setiap karya diposisikan untuk memicu refleksi tentang realitas sosial yang sering terabaikan dalam keseharian.
Pengunjung dapat menemukan bagaimana benda-benda biasa diubah maknanya melalui komposisi Artistik yang strategis. Teks digunakan sebagai pelengkap narasi visual, memperkuat pesan yang ingin disampaikan seniman kepada publik.
Pameran Seni Rupa dengan Sudut Pandang Baru
Locatie Orbital Dago dipilih sebagai Venue pameran karena relevansinya dengan tema kehidupan urban yang diangkat. Ruang ekspos yang minimalis justru menjadi kanvas sempurna bagi karya-karya yang penuh makna ini.
Pameran ini hadir sebagai pengingat bahwa seni memiliki kekuatan untuk mengabadikan, mengkritik, dan menginspirasi perubahan sosial. Bagi pecinta seni dan warga Bandung, Act Move in Collaboration menjadi destinasi wajib sepanjang Juli 2026.