Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

97 Gerai KDMP Wonogiri Belum Beroperasi Dua Minggu Setelah Resmi Presiden

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Sebanyak 97 gerai KDMP di Wonogiri belum beroperasi dua minggu setelah resmi Presiden Prabowo, dengan kendala sarana prasarana dan pelatihan menjadi penyebab utamanya.

97 Gerai KDMP Wonogiri Belum Beroperasi Dua Minggu Setelah Resmi Presiden

Pada 16 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara nasional, termasuk 97 gerai di Kabupaten Wonogiri. Namun, lebih dari dua pekan kemudian, seluruh gerai di wilayah tersebut masih belum beroperasi dan belum melayani masyarakat.

Kondisi Lapangan Gerai KDMP Wonogiri

Salah satu gerai yang belum beroperasi adalah KDMP Sidowayah di Kecamatan Selogiri, yang sebelumnya menjadi lokasi peresmian virtual jajaran pejabat Wonogiri yang dipusatkan di Nganjuk, Jawa Timur. Pantauan di lokasi menunjukkan gerai masih lengang tanpa aktivitas pelayanan atau transaksi. Warga setempat mengakui bahwa sempat ada petugas yang menata barang di dalam gerai, tetapi mereka belum bisa melakukan pembelian.

Kondisi serupa juga dialami oleh beberapa gerai lain di wilayah Wonogiri, seperti KDMP Desa Pare di Kecamatan Wonogiri Kota dan Kecamatan Manyaran. Sejumlah warga menyatakan bahwa ada kegiatan loading barang baru-baru ini, meskipun barang dagangan sudah mulai dikirim dan ditata di dalam showroom, tetapi gerai masih belum dibuka untuk umum. Beberapa warga menduga bahwa operasional KDMP masih tertunda karena proses rekrutmen pengelola yang akan dilakukan oleh Agrinas, yang akan mengelola koperasi selama dua tahun ke depan.

Penyebab Keterlambatan Operasional

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Wonogiri, Wahyu Widayati, menyatakan bahwa belum beroperasinya gerai KDMP disebabkan oleh sarana dan prasarana yang belum siap. Dia menjelaskan bahwa hasil rapat koordinasi dengan Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO) KDMP pada 26 Mei 2026 menunjukkan masih banyak hal yang harus dituntaskan.

"Hasil rapat koordinasi memunculkan banyak hal yang harus dituntaskan, baik menyangkut sarana prasarana maupun pelatihan hasil rekrutmen," kata Wahyu.

Dia menambahkan bahwa sejumlah kendala yang masih dihadapi meliputi:

Selain itu, para pengelola koperasi juga masih mempelajari mekanisme pemesanan barang dan prosedur retur barang rusak atau cacat. Wahyu juga menegaskan bahwa Disdag dan KUKM Wonogiri meminta BA untuk mendampingi pengurus koperasi dalam pencatatan barang yang diterima agar administrasi berjalan tertib sejak awal. "Barang bisa dicek bersama lalu dicatat dan ditandatangani antara pihak pengirim dan penerima. Sejak awal harus ada catatan," pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan gerai KDMP di Wonogiri akan mulai beroperasi. Masyarakat diharapkan untuk terus mengikuti perkembangan selanjutnya dari pihak berwenang terkait.