88 Kebakaran Lahan Terjadi di Kabupaten Bandung hingga Juli 2026
Disdamkar Kabupaten Bandung catat 88 kebakaran lahan sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan lonjakan drastis sejak Juni saat musim kemarau.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung mencatat 88 kejadian kebakaran lahan sepanjang Januari hingga 29 Juli 2026. Lonjakan signifikan terjadi sejak Juni seiring masuknya musim kemarau.
Pada periode Januari hingga Mei 2026, hanya tercatat tiga kejadian kebakaran lahan. Jumlah ini melonjak drastis menjadi 72 kejadian selama Juni dan Juli.
"Sebelum Juni, tercatat hanya tiga kali kejadian," kata Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana, Minggu (2/8).
Salah satu kebakaran terjadi di kawasan semak belukar dekat Perumahan Lentera Mutiara Cikuya Blok A1, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat pada 29 Juli. Petugas menggerakkan dua regu dari Pos TKI dan Soreang untuk memadamkan api yang diduga dipicu pembakaran sampah hingga merambat ke semak belukar.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 200 meter persegi. Empat unit damkar sebelumnya juga diterjunkan untuk memadamkan kebakaran di kawasan Kutawaringin, Bandung.
"Yang terbakar semak belukar dekat perumahan dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat," kata Kepala Bidang Pemadaman Disdamkar Kabupaten Bandung Asep Bintang.
Petugas berhasil memadamkan api sehingga tidak merembet ke kawasan permukiman.
Kebakaran lain terjadi di kawasan Gunung Anjing, Kecamatan Pameungpeuk. Petugas tidak memadamkan langsung karena titik api berada di puncak gunung yang sulit dijangkau kendaraan maupun personel. Disdamkar berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk memantau dan mengantisipasi jika api bergerak mendekati permukiman.
Disdamkar Kabupaten Bandung imbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka selama musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas.