83 KK Korban Bencana di Ciamis Terima Bantuan Infak Kebencanaan 2026
Pemerintah Ciamis menyerahkan bantuan infak kebencanaan 2026 senilai Rp145,5 juta ke 83 kepala keluarga korban bencana longsor, banjir, dan angin puting beliung di Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat telah melaksanakan serah terima bantuan infak kebencanaan tahun 2026 kepada 83 kepala keluarga (KK) korban bencana alam di wilayah setempat. Acara yang berlangsung di Aula PKK Ciamis pada Rabu ini bertujuan untuk meringankan beban hidup masyarakat yang terdampak longsor, banjir, dan angin puting beliung sepanjang tahun 2026.
Detail Penyaluran Bantuan Kebencanaan 2026
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp145,5 juta, dengan alokasi yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan properti korban:
- 53 KK dengan kondisi rumah rusak ringan: Masing-masing menerima Rp1 juta
- 23 KK dengan kondisi rumah rusak sedang: Masing-masing menerima Rp2,5 juta
- 7 KK dengan kondisi rumah rusak berat: Masing-masing menerima Rp5 juta
Bantuan ini tersebar di empat kecamatan di Ciamis, yaitu Purwadadi, Cisaga, Tambaksari, dan Cihaurbeuti.
Komentar Bupati Ciamis Herdiat Sunarya
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah daerah menyadari bahwa musibah bencana membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia mengakui bahwa bantuan dari Baznas Kabupaten Ciamis masih bersifat seadanya dan belum maksimal, namun berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
Ia juga meminta maaf kepada seluruh korban bencana karena tidak dapat menyerahkan bantuan langsung di lokasi terdampak, melainkan meminta penerima bantuan hadir di Aula PKK Ciamis.
"Saya menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh warga yang terkena musibah, baik longsor, banjir maupun angin puting beliung yang telah merusak harta benda," kata Bupati Herdiat.
Selain itu, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk tidak menaikkan pajak maupun retribusi kepada masyarakat, meskipun kondisi keuangan daerah sedang berat dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang masih kecil dan defisit anggaran tahun 2026. Ia juga mengapresiasi peran Baznas Ciamis yang terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, serta semangat gotong royong dan solidaritas sosial tinggi masyarakat Ciamis dalam menghadapi bencana.
Peran dan Komentar Ketua Baznas Ciamis
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah menyatakan bahwa tercatat sebanyak 83 KK yang menerima manfaat bantuan infak kebencanaan tahun 2026. Ia menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Ciamis.
Analisis: Komitmen Pemerintah di Tengah Batasan Anggaran
Meskipun kondisi keuangan daerah Ciamis sedang terbatas dengan defisit anggaran tahun 2026, pemerintah daerah tetap mengalokasikan bantuan infak kebencanaan untuk korban bencana alam. Langkah ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung masyarakat yang terkena musibah, meskipun skala bantuan masih terbatas.
Peran Baznas Ciamis juga menjadi kunci dalam penyaluran bantuan ini, karena lembaga ini berperan dalam menghimpun dan menyalurkan dana bantuan kepada yang membutuhkan. Selain itu, semangat gotong royong masyarakat Ciamis juga menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana, yang turut mendukung upaya pemerintah dalam membantu korban.