8 Balon Rektor Unsil Tasikmalaya Rebutkan 35 Suara
Sebanyak 8 bakal calon rektor Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya telah mendapatkan nomor urut dalam acara pengundian. Pemilihan yang transparan ini akan berlanjut hingga 24 Februari 2026 dengan tahapan verifikasi, paparan visi misi, dan pemungutan suara oleh 35 pemilih.

8 Bakal Calon Rektor Unsil Tasikmalaya Dapat Nomor Urut: Pemilihan Transparan Berlanjut hingga Februari 2026
Latar Belakang Pemilihan Rektor Unsil Ke-3 Setelah Jadi PTN
Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya memasuki tahap krusial dalam pemilihan rektor baru pada periode mendatang. Pada Kamis (29/1/2026), acara pengundian nomor urut bakal calon rektor digelar di Aula Auditorium Gedung Muhammad Nu'man Somantri, dihadiri oleh Panitia Pelaksana, Rektor saat ini, Ketua Senat, dosen, perwakilan fakultas, dan pegawai Unsil. Acara ini menandai awal dari proses pemilihan yang dirancang untuk tetap transparan dan objektif, sesuai dengan aturan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Detail 8 Bakal Calon Rektor Unsil dan Jabatan Mereka
Setelah proses pendaftaran yang selektif, akhirnya ada 8 bakal calon yang lolos dan mendapatkan nomor urut. Berikut daftar lengkap mereka beserta jabatan saat ini:
- Nomor Urut 1: Ade Rustiana, Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Kerjasama Unsil
- Nomor Urut 2: Iman Hilman, Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi Pascasarjana Unsil
- Nomor Urut 3: Nana, Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Pascasarjana Unsil
- Nomor Urut 4: Prof Nandang Alamsah Deliarnoor, Dosen Universitas Padjadjaran (calon dari luar Unsil)
- Nomor Urut 5: Acep Zoni Saeful Mubarok, Ketua Satuan Pengawas Internal Unsil
- Nomor Urut 6: Ai Sri Kosnayani, Dosen Unsil
- Nomor Urut 7: Asep Suryana Abdurrahman, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsil
- Nomor Urut 8: Prof Aripin, Dekan Teknik Unsil
Proses Seleksi yang Transparan dan Berorientasi Demokrasi
Ketua Panitia Pelaksana pemilihan bakal calon rektor Unsil, Nanang Rusdiana, menjelaskan bahwa proses seleksi dirancang untuk memenuhi prinsip transparansi, objektifitas, akuntabilitas, dan demokrasi. > "Bakal calon rektor Unsil Tasikmalaya ini akan melalui tahap verifikasi, penetapan, dan penyampaian visi misi yang berfokus pada pengembangan program Unsil yang lebih baik. Pemilihan ini akan berlangsung secara bermartabat mulai tanggal 24 Februari 2026," ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa pendaftaran awalnya mencatat 15 orang, namun hanya 8 yang mengembalikan formulir pendaftaran lengkap. Kehadiran calon dari luar Unsil menunjukkan bahwa proses seleksi ini terbuka dan menerima kontribusi dari profesional pendidikan luar lingkungan Unsil.
Langkah Selanjutnya dan Mekanisme Pemungutan Suara
Ketua Senat Unsil, Prof Deden Mulyana, menyatakan bahwa pemilihan rektor ini adalah yang ke-3 sejak Unsil ditetapkan sebagai PTN. > "Bakal calon rektor nantinya harus mempresentasikan gagasan pengembangan Unsil yang sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan, yaitu berdampak positif bagi masyarakat, berfokus pada karya inovatif, dan memiliki komitmen untuk memajukan universitas," jelasnya.
Langkah selanjutnya untuk bakal calon rektor adalah:
- Melakukan kampanye terbuka di hadapan senat dan publik untuk memperkenalkan visi dan misi
- Menyampaikan presentasi detail visi dan misi pada sidang terbuka tanggal 24 Februari 2026
- Mengikuti sidang tertutup senat yang akan menetapkan 3 calon finalis dari 8 peserta
- Pemungutan suara oleh 35 hak suara yang terdiri dari perwakilan senat, dosen, pegawai, dan mahasiswa sesuai aturan PTN
Harapan untuk Pemilihan Rektor yang Membawa Perubahan
Pemilihan rektor Unsil kali ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi universitas dan masyarakat sekitar Tasikmalaya. Dengan proses yang transparan dan objektif, diharapkan calon rektor terpilih memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Unsil. Selain itu, calon rektor juga diharapkan dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan pihak luar untuk mendukung pengembangan Unsil sebagai pusat pendidikan unggulan di Jawa Barat.