749.423 Sambaran Petir di Jabar Mei 2026: Cianjur-Bogor Terbanyak
BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 749.423 sambaran petir di Jawa Barat Mei 2026, dengan Cianjur dan Bogor sebagai wilayah terbanyak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung telah merilis data resmi tentang frekuensi sambaran petir di wilayah Jawa Barat selama bulan Mei 2026. Total keseluruhan kejadian petir mencapai 749.423 kali, dengan distribusi yang bervariasi antar pekan dan wilayah. Kepala Stasiun Geofisika Bandung Edi Wibowo mengungkapkan data ini dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin, 1 Juni 2026.
Distribusi Sambaran Petir Berdasarkan Pekan
Kemudian, Edi menjelaskan bahwa puncak sambaran petir terjadi pada pekan pertama bulan Mei 2026, dengan catatan 451.378 kejadian. Sementara itu, pekan kelima bulan Mei mencatat nol sambaran petir sama sekali, tanpa ada catatan aktivitas petir di seluruh wilayah Jawa Barat.
Wilayah dengan Frekuensi Petir Tertinggi
Salah satu temuan penting dari data ini adalah wilayah yang mengalami sambaran petir terbanyak. Tiga kabupaten paling rawan petir selama bulan Mei 2026 adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah bagian barat dan tengah Jawa Barat memiliki risiko lebih tinggi terhadap aktivitas petir pada periode tersebut.
Fenomena Atmosfer yang Memicu Sambaran Petir
Meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki awal musim kemarau, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat beserta sambaran petir masih terjadi hingga akhir Mei 2026. BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kombinasi faktor dinamika atmosfer lokal dan regional yang masih sangat aktif, yang merupakan ciri khas masa peralihan musim (pancaroba).
Berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari menyebabkan pemanasan permukaan bumi menjadi sangat intens, dengan suhu udara maksimum yang melampaui 35,0°C di wilayah seperti Aceh, Riau, Bali, hingga Jawa Timur.
Akumulasi panas ini memicu proses konveksi dan ketidakstabilan atmosfer yang membentuk awan hujan secara cepat pada sore dan malam hari, menyebabkan munculnya sambaran petir.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Dalam keterangannya, Edi mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, ia menekankan pentingnya untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca dari BMKG, terutama selama masa peralihan musim ini, meskipun beberapa wilayah memasuki musim kemarau.