Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

70 Ribu Siswa Terima Bantuan Pendidikan Gratis di Jawa Barat: Komitmen Kelakuan Baik Jadi Syarat Utama

KDM · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

70.000 siswa Jawa Barat terima subsidies pendidikan Rp2,7 juta per tahun. Syarat utamanya berkelakuan baik, pelanggaran bisa mengakibatkan pencabutan.

70 Ribu Siswa Terima Bantuan Pendidikan Gratis di Jawa Barat: Komitmen Kelakuan Baik Jadi Syarat Utama

Provinsi Jawa Barat resmi menggelontorkan program pendidikan gratis berskala besar untuk melindungi nasib puluhan ribu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Mereka mendapatkan kesempatan emas belajar di sekolah swasta mitra dengan dukungan subsidies penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan, setiap siswa yang menerima subsidies pendidikan harus menanggung tanggung jawab besar. Pelanggaran seperti tawuran atau tindakan kriminal akan mengakibatkan pencabutan langsung hak atas bantuan ini.

Komitmen dan Tanggung Jawab Siswa

"Para siswa harus berkomitmen. Mereka mendapat subsidies dari kita cukup besar, tetapi juga harus menaati aturan yakni menjadi anak baik, tidak tawuran misalnya," tegas Dedi Mulyadi.

Baca Juga: 178 Pekerja PT Namnam Fashion Industries Cimahi Kena PHK, Dedi Mulyadi Imbau Pindah ke Industri Baru

Provinsi Jawa Barat mengevaluasi secara berkala puluhan ribu penerima manfaat untuk memastikan program ini tepat sasaran. Setiap siswa yang terbukti melanggar ketentuan akan kehilangan hak atas subsidies pendidikan.

Skema Pembiayaan dan Alokasi Dana

Subsidies dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencakup berbagai komponen biaya pendidikan dengan total sekitar Rp2,7 juta per siswa setiap tahun. Komponen ini meliputi:

Baca Juga: Pemprov Jabar Targetkan Selesai Bongkar dan Tata Ulang Teras Cihampelas Oktober 2026

Nilai stimulus ini dirancang berdasarkan kapasitas fiskal daerah dengan fokus menyasar kelompok masyarakat ekonomi rentan.

Fokus pada Masyarakat Rentan

"Yang kita lindungi adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Mereka harus bersekolah."

Program ini bukan untuk membiayai sekolah elite berbiaya tinggi, melainkan dirancang khusus bagi keluarga tidak mampu yang membutuhkan dukunganfinansial agar anak-anak mereka tetap bisa mengakses pendidikan layak.

Solusi atas Permasalahan Daya Tampung

Berdasarkan data berkala dari Pemprov Jabar, tercatat ada lebih dari 70 ribu calon siswa yang berpotensi tidak tertampung di fasilitas pendidikan milik pemerintah pasca-Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Guna meredam persoalan daya tampung tersebut, puluhan ribu siswa ini akan didistribusikan ke sejumlah sekolah swasta mitra yang telah resmi mengikat nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi dengan Sekolah Swasta

Pihak sekolah swasta yang menampung siswa penerima subsidies juga tetap berhak menerima suntikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat. Kolaborasi ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Membangun Karakter dan Moralitas

Kebijakan ini menegaskan bahwa subsidies pendidikan bukan sekadar jaminan aksesibilitas, melainkan juga instrumen untuk membentuk karakter dan moralitas peserta didik. Pemerintah daerah tidak akan ragu mengevaluasi secara periodik rekam jejak perilaku para penerima manfaat jaminan sosial ini di lapangan.

Program pendidikan gratis ini merupakan terobosan penting dalam upaya pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat, dengan komitmen melindungi siswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan dukungan untuk bisa bersekolah.