70 Cagar Budaya Terdaftar: Andalan Pariwisata Sejarah Kota Cirebon 2025
Pemerintah Kota Cirebon memanfaatkan 70 objek cagar budaya terdaftar dan 41 dalam proses identifikasi sebagai andalan pariwisata sejarah, dengan kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 5 juta pada 2025.

Pendahuluan
Kota Cirebon di Jawa Barat terus memanfaatkan kekayaan warisan budaya sebagai andalan utama pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat setempat. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan peradaban di wilayah pesisir utara Jabar, kota ini menyimpan ribuan tahun sejarah yang terjaga hingga kini.
Jumlah Cagar Budaya di Kota Cirebon
Pemerintah Kota Cirebon telah menetapkan 70 objek cagar budaya resmi di wilayahnya, sementara 41 objek lagi sedang dalam proses identifikasi dan penilaian oleh Tim Ahli Cagar Budaya. Kekayaan warisan ini mencakup berbagai situs bersejarah ikonik, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Keraton Kaprabonan, hingga Taman Wisata Goa Sunyaragi yang telah menjadi identitas budaya kota ini.
"Ini menjadi bukti bahwa Cirebon menyimpan warisan peradaban yang sangat besar dan harus dijaga bersama," kata Wali Kota Cirebon Effendi Edo dalam keterangan pers di Cirebon, Jumat.
Cagar Budaya sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Effendi Edo, pelestarian cagar budaya telah menjadi salah satu pilar strategis dalam visi pembangunan Kota Cirebon yang berkelanjutan. Selain aspek sejarah, kekayaan budaya ini juga menjadi pendorong utama pengembangan sektor wisata budaya di daerah.
"Keberlanjutan sektor tersebut dapat memberikan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pertumbuhan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," tambahnya.
Pihak pemerintah daerah mencatat jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari 5 juta orang. Dukungan untuk sektor ini juga terlihat dari keberadaan 284 hotel, kafe, dan restoran, serta 316 pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di subsektor budaya maupun pariwisata di Kota Cirebon.
Inovasi dalam Pengelolaan dan Edukasi Budaya
Selain mengembangkan sektor pariwisata, pemerintah daerah juga terus memperkuat tata kelola kebudayaan melalui berbagai inovasi meskipun menghadapi keterbatasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi Museum Topeng Cirebon, yang mencatat 9.975 kunjungan sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi berbasis wisata sejarah kepada masyarakat.
Pemerintah juga telah menghadirkan Gedung Rarasantang sebagai ruang kreatif publik di Kota Cirebon, sekaligus pusat aktivitas bagi 201 sanggar dan kelompok kesenian di daerah tersebut.
Permintaan Dukungan Pemerintah Pusat
Effendi Edo menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah terus bergerak dan berinovasi, penguatan kebijakan dari pemerintah pusat tetap sangat dibutuhkan agar pelestarian cagar budaya dapat berjalan lebih optimal.
Penutup
Keberadaan cagar budaya di Kota Cirebon tidak hanya berfungsi sebagai warisan sejarah yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat setempat. Dengan mengoptimalkan potensi ini, Kota Cirebon berpotensi menjadi destinasi wisata budaya unggulan di wilayah Jawa Barat.