Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

7 Pekerja Tambang Emas Ilegal dan 14 Alat Berat Diamankan dalam Operasi Brimob di Tapsel

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Tim gabungan Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan 7 pekerja tambang ilegal dan 14 alat berat di lokasi perbatasan Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal pada Senin, 2 Maret 2026.

7 Pekerja Tambang Emas Ilegal dan 14 Alat Berat Diamankan dalam Operasi Brimob di Tapsel

Operasi Bersih-bersih Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel

Tim gabungan Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan aktivitas tambang emas ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal, Senin (2/3/2026). Dalam operasi skala besar yang melibatkan sekitar 200 personel, pihak berwenang mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam kegiatan ilegal, serta 14 unit alat berat jenis ekskavator.

Lokasi Operasi dan Identitas Tersangka

Kegiatan tambang ilegal berlangsung di sepanjang pinggiran Sungai Batang Gadis, dengan lokasi yang terpencil dan jauh dari permukiman warga. Para tersangka mendirikan tenda-tenda sederhana sebagai tempat tinggal sementara selama beraktivitas. Dari tujuh orang yang diamankan, mereka memiliki peran yang beragam di operasi tambang, mulai dari penambang hingga juru masak yang menyediakan makanan untuk tim kerja tambang.

Alat Berat yang Diamankan dalam Operasi

Dalam rangkaian operasi, petugas berhasil mengamankan total 14 unit ekskavator. Dua belas unit ditemukan langsung di area tambang, sedangkan dua unit lainnya diamankan saat masih dalam perjalanan menuju lokasi operasi. Seluruh alat berat tersebut kini disimpan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Pernyataan Komandan Satuan Brimob Polda Sumut

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan untuk memberantas aktivitas tambang emas ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar peraturan perundang-undangan. Ia menyatakan bahwa pihak berwenang berkomitmen untuk menertibkan kegiatan ilegal di wilayah Sumatera Utara.

“Yang diamankan ada tujuh orang. Saat ini kami masih mengumpulkan dan mendalami barang bukti yang ditemukan di lokasi,” ujar Rantau kepada awak media pada Selasa (3/3/2026).

“Kami bersyukur seluruh alat berat berhasil diamankan. Ini bentuk komitmen kami dalam menertibkan aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Sumatera Utara,” pungkasnya.

Proses Penyidikan dan Tindakan Selanjutnya

Saat ini, penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Sumut untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang akan mengumpulkan semua barang bukti yang relevan untuk menentukan tingkat pelanggaran dan mengambil tindakan hukum yang sesuai terhadap tersangka. Selain itu, operasi ini juga diharapkan dapat menjadi peringatan bagi pihak lain yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di wilayah sekitar.

Dampak Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Aktivitas tambang emas ilegal seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah, termasuk erosi tanah, pencemaran air sungai oleh bahan kimia yang digunakan dalam proses pemisahan emas, dan hilangnya habitat satwa liar. Selain itu, kegiatan ilegal ini juga merugikan negara karena tidak membayar pajak dan royalti yang seharusnya dibayarkan, serta tidak mematuhi standar keselamatan kerja yang berlaku. Operasi ini merupakan upaya untuk melindungi lingkungan dan menegakkan hukum di wilayah perbatasan Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.