60 Pengemudi SPPG Depok Dapat Pelatihan Safety Driving untuk MBG Aman dan Tepat
Enam puluh pengemudi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Depok mengikuti pelatihan safety driving kolaborasi Satlantas Polres Metro Depok untuk memastikan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) aman, tertib, dan tepat waktu.

Pada Kamis, 15 Mei 2026, enam puluh pengemudi yang bergabung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Depok mengikuti sesi pelatihan khusus keselamatan berkendara atau safety driving. Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaborasi antara Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok, yang bertujuan menjamin keamanan dan kelancaran distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke seluruh sekolah di wilayah Kota Depok. SPPG sendiri adalah tim yang bertanggung jawab menyalurkan bantuan gizi bagi anak-anak sekolah di wilayah setempat, sementara program MBG merupakan inisiatif pemerintah nasional untuk meningkatkan akses makanan bergizi, sehingga kelancaran distribusi sangat bergantung pada keselamatan dan ketepatan waktu pengemudi.
Tujuan Utama Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Pengemudi
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Depok, Rakha Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan disusun dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi para pengemudi. Materi difokuskan pada kemampuan teknis menjaga jarak aman kendaraan hingga pemahaman mendalam terhadap arti dan peraturan rambu-rambu lalu lintas agar diterapkan secara presisi di lapangan.
"Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para pengemudi semakin mahir dan disiplin. Mereka dapat menjalankan tugas mengantar makanan dengan aman, tertib, dan selalu tepat waktu, tanpa pernah mengesampingkan faktor keselamatan baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain," ungkap Rakha saat diwawancarai pada Selasa, 19 Mei 2026.
Rakha menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat para pengemudi tidak hanya sekadar menyetir kendaraan, tetapi juga mengemban amanah besar agar program strategis MBG dapat berjalan lancar. Ketersediaan gizi bagi anak-anak sekolah harus terdistribusi dengan baik setiap hari, sehingga peran pengemudi dalam memastikan distribusi tepat waktu dan aman tidak bisa diabaikan.
"Para pengemudi ini memegang peran kunci. Mereka bukan hanya mengantar makanan, tapi menjaga keberlangsungan program agar bantuan gizi ini sampai ke tangan penerima manfaat di sekolah-sekolah secara rutin dan berkualitas," jelasnya.
Materi Pelatihan dan Prinsip 3S Keselamatan Berkendara
Selama sesi pelatihan, seluruh peserta dibekali materi lengkap yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Materi yang disampaikan meliputi pengaturan kecepatan kendaraan yang aman sesuai kondisi jalan, cara mengenali dan menghindari titik buta (blind spot) kendaraan, etika dan tata cara berkendara yang santun di tengah kepadatan arus lalu lintas perkotaan, serta pemahaman mendalam tentang peraturan lalu lintas.
Selain materi teknis, para pengemudi juga diajak menerapkan prinsip dasar 3S sebagai pedoman utama dalam setiap perjalanan pendistribusian MBG. Prinsip ini dirancang untuk memastikan semua aspek keselamatan tercakup, yaitu:
- Siap secara fisik dan kesehatan jasmani: Memastikan kondisi tubuh pengemudi prima sebelum memulai perjalanan, tanpa kelelahan atau gangguan kesehatan yang bisa mempengaruhi kemampuan berkendara
- Kelengkapan administrasi serta kesiapan kendaraan: Memeriksa kelayakan kendaraan, kelengkapan dokumen, dan kondisi komponen kendaraan agar tidak mengalami kerusakan di tengah perjalanan
- Siap dengan kesabaran ekstra: Menghadapi kondisi jalan padat, rintangan, dan situasi tidak terduga di jalan dengan tenang dan tidak terburu-buru
Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, menekankan pentingnya penyegaran wawasan atau refreshment teknik berkendara yang benar. Menurutnya, memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran penuh akan risiko di jalan.
"Kami sangat berharap tidak ada kelalaian sedikit pun yang berujung pada hal fatal. Konsep safety driving ini bukan sekadar teori di ruang kelas, tapi harus tumbuh menjadi budaya dan kebiasaan di lapangan. Menguasai kemudi saja tidak cukup, pemahaman mendalam tentang aturan dan risiko adalah hal wajib," tegas AKP Elly.
AKP Elly menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk dukungan langsung dari Satlantas terhadap program sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anak-anak sekolah. Dengan bekal prinsip 3S dan materi pelatihan yang komprehensif, para pengemudi diharapkan dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih percaya diri dan kompeten.
Dengan diadakannya pelatihan ini, kolaborasi antara Satlantas Polres Metro Depok dan SPPG Kota Depok diharapkan dapat menjadi contoh bagi program serupa di wilayah Jawa Barat lainnya, dalam memastikan distribusi bantuan sosial dan gizi berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.