5 Ribu Anak Yatim Dapat Santunan Ramadan dari BSI di Wilayah Bencana
Program santunan Ramadan BSI menyalurkan bantuan ke 5 ribu anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia, dengan lokasi utama di Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor.

Suasana Ramadan yang Hangat di Aceh Tamiang
Beberapa waktu lalu, halaman Masjid Darussalam di Aceh Tamiang diselimuti suasana Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan. Ratusan anak yatim dan dhuafa duduk berbaris rapi, menunggu waktu berbuka puasa bersama. Aroma kanji rumbi, hidangan khas Aceh yang menjadi favorit selama bulan suci, terasa menggugah selera dari dapur besar yang disiapkan bersama warga setempat. Kegiatan berbagi ini bukan hanya sekadar menyediakan makanan berbuka, tetapi juga bagian dari program santunan yang diluncurkan oleh BSI untuk 5.000 anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah Indonesia.
Latar Belakang Program Santunan
Program ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah kota, dengan lokasi utama di Aceh Tamiang. Wilayah ini dipilih karena menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Bencana tersebut merusak rumah dan fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat. Direktur Utama BSI sekaligus Pembina BSI Maslahat, Anggoro Eko Cahyo, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pimpinan BSI dan BSI Maslahat. Bahkan, mereka ikut memasak kanji rumbi bersama warga sebagai bagian dari kebersamaan Ramadan.
Isi Santunan dan Kegiatan Bersama
Anak-anak yang menghadiri kegiatan menerima paket santunan Ramadan yang berisi perlengkapan sekolah serta bantuan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka. Selain hidangan kanji rumbi, mereka juga mendapatkan paket makanan berbuka puasa yang siap disantap menjelang azan magrib. Suasana kebersamaan terasa kental ketika mereka berbincang dan menikmati hidangan bersama, tanpa memandang latar belakang.
"Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita," ujar Anggoro dalam siaran pers resmi.
Pendapat Peserta Kegiatan
Salah satu peserta kegiatan, Kahfi, mengaku senang dapat mengikuti acara tersebut karena mendapatkan bantuan yang bermanfaat bagi kebutuhan sekolahnya.
"Saya senang ikut acara ini karena dapat perlengkapan sekolah. Terima kasih sudah membantu kami," kata Kahfi dengan suara lembut, tapi penuh rasa syukur.
Skala Program yang Meningkat
Program santunan ini merupakan bagian dari BSI Berbagi, kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan sejak bank syariah tersebut berdiri pada 2021. Tahun ini, penyaluran santunan menjangkau berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar hingga Banjarmasin. Jumlah penerima manfaat mencapai 5.000 anak, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 4.444 penerima.
Program Sosial Tambahan
Selain santunan bagi anak yatim, program ini juga menyalurkan wakaf Al-Qur’an ke berbagai pesantren di Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pendidikan keagamaan. Melalui berbagai program sosial, BSI dan BSI Maslahat berupaya menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, serta wakaf secara profesional agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Kesimpulan dan Dampak
Kegiatan ini bukan hanya tentang penyaluran bantuan materi, tetapi juga tentang menciptakan suasana kebersamaan dan harapan di tengah bulan suci Ramadan. Bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang terdampak bencana, santunan ini bukan hanya sekadar perlengkapan sekolah atau makanan berbuka, tetapi juga pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Dengan program seperti ini, BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang peduli terhadap masa depan generasi muda Indonesia.