4 Tips Ahli Gizi untuk Cek Komposisi Nutrisi Anak Sebelum Membeli
Prof. Rini Sekartini bagikan 4 tips membaca komposisi nutrisi anak agar orang tua tidak tertipu klaim kemasan dan mengetahui kandungan sebenarnya.

Memilih produk nutrisi untuk anak memang bukan hal sederhana. Di balik kemasan yang menarik dan klaim kesehatan yang menjanji", tersimpan informasi penting yang sering diabaikan banyak orang tua. Tahukah Anda bahwa membaca komposisi produk bisa menjadi langkah awal untuk memberikan asupan terbaik bagi buah hati?
Mengapa Membaca Komposisi Penting bagi Orang Tua?
Banyak orang tua cenderung memilih produk nutrisi anak berdasarkan klaim yang tercantum di bagian depan kemasan. Padahal, informasi paling krusial justru tersembunyi di balik kemasan tersebut, yaitu daftar komposisi bahan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menekankan bahwa kebiasaan sederhana ini penting dilakukan agar orang tua tidak hanya terpaku pada klaim pemasaran, tetapi juga mengetahui apa yang sebenarnya terkandung dalam produk yang dikonsumsi anak setiap hari.
"Orang tua sebaiknya tidak hanya melihat klaim yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dan memahami komposisi utama produk," tutur Prof. Rini.
Urutan Bahan: Petunjuk Utama Komposisi Produk
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah urutan bahan dalam daftar komposisi. Bahan yang berada pada posisi pertama umumnya merupakan komponen dengan jumlah paling banyak dalam produk tersebut.
Baca Juga: Petugas Gagalkan ODGJ Mendekati Lucky Hakim Saat Upacara HUT RI di Alun-Alun Indramayu
Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua dapat memperhatikan apakah susu menjadi bahan utama atau justru terdapat bahan lain yang jumlahnya lebih dominan. Dengan memahami urutan komposisi, orang tua bisa lebih bijak dalam menilai kualitas suatu produk nutrisi.
Kenali Sumber Bahan Utama yang Digunakan
Selain melihat urutan bahan, penting juga untuk mengetahui sumber bahan utama yang digunakan. Pada produk nutrisi berbasis susu, perhatikan apakah produk menggunakan:
- Susu segar
- Susu bubuk
- Susu rekonstitusi
- Susu rekombinasi
Informasi tersebut penting karena setiap jenis bahan memiliki proses pengolahan yang berbeda. Pemahaman mengenai bahan dasar dan proses produksi dapat membantu orang tua mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai produk yang akan diberikan kepada anak.
Bahaya Gula Tambahan yang Sering Tersembunyi
Poin penting lainnya adalah keberadaan gula tambahan dalam produk. Prof. Rini menjelaskan bahwa gula tidak selalu ditulis dengan nama yang sama. Beberapa istilah yang kerap digunakan antara lain:
- Sukrosa
- Glukosa
- Fruktosa
- Sirup jagung
- Maltodekstrin
Orang tua perlu memahami perbedaan antara gula tambahan dan laktosa yang secara alami terdapat dalam susu. Selain itu, penting juga memperhatikan posisi gula dalam daftar komposisi—semakin tinggi urutannya, semakin besar kemungkinan jumlahnya dalam produk tersebut.
"Paparan gula berlebih sejak dini dapat memengaruhi preferensi rasa anak sehingga lebih menyukai makanan dan minuman manis dibandingkan makanan alami seperti sayur dan buah," jelas Prof. Rini.
Kombinasikan dengan Tabel Nilai Gizi
Membaca daftar komposisi sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah dari tabel informasi nilai gizi. Melalui tabel tersebut, orang tua dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian produk.
Kombinasi antara informasi nilai gizi dan daftar komposisi akan membantu orang tua menilai produk secara lebih menyeluruh.
Nutrisi Terbaik Bukan Hanya dari Produk Tambahan
Meski demikian, Prof. Rini mengingatkan bahwa produk nutrisi bukan satu-satunya penentu tumbuh kembang anak. Pola makan seimbang, variasi makanan, serta lingkungan yang mendukung tetap menjadi fondasi utama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," katanya.
Prof. Rini juga menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi tambahan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebutuhan anak, dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Dengan memahami cara membaca komposisi produk secara tepat, orang tua diharapkan dapat membuat pilihan yang lebih bijak dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak.