H Maman M Fahlevi Gantikan H Rahmat Pimpin Desa Cicau Bekasi untuk Periode 2026-2034
H Maman M Fahlevi resmi terima jabatan Kades Cicau dari H Rahmat, menggantikan posisi PJ yang sudah berjalan. Untuk periode 2026-2034, ia menjanjikan kebersamaan dalam membangun desa yang dikelilingi kawasan industri EJIP.

Desa Cicau resmi memiliki pemimpin definitif setelah masa transisi dari Penjabat Kepala Desa. H Maman M Fahlevi menerima tanggung jawab tersebut di Aula Kantor Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada 30 September 2026.
Selama hampir delapan tahun ke depan, Maman akan mengelola desa dengan populasi campuran antara warga asli dan ribuan pekerja industri yang tinggal di kawasan EJIP (East Jakarta Industrial Park). Tantangan utamanya adalah memastikan pembangunan desa tidak hanya menyentuh warga yang menetap, tapi juga ratusan ribu pekerja yang bergantung pada fasilitas desa setiap hari.
Komunikasi Jadi Kunci Transisi
Maman langsung menekankan bahwa membangun desa bukan pekerjaan sendiri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa bekerja sama menjalankan program pembangunan.
Baca Juga: Rudy Susmanto Minta Sinergi Keamanan Bogor Tetap Terjaga Usai Pergantian Kapölesta
"Mari kita bergandengan tangan untuk membangun Desa Cicau. Karena membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh pihak," kata Maman.
Filosofi itu muncul justru dari masa transisi yang ia jalani bersama H Rahmat. Selama berstatus sebagai kepala desa terpilih, Maman banyak berdiskusi dengan Penjabat yang menangani pemerintahan desa selama proses pelantikan.
Aparat Desa Punya Pengetahuan Lebih Dalam
H Rahmat yang menyerahkan jabatan justru punya pandangan menarik tentang cara kerja pemerintahan desa. Ia tidak mau ditempatkan sebagai sosok yang paling tahu semua hal.
Baca Juga: Komjen Suyudi Resmi Jadi Ahliwaris ListyoSIGIT Setelah Disetujui DPR lewat Aklamasi
"Sebenarnya bukan saya yang memberikan arahan, tetapi para pegawai desa yang memberikan arahan. Karena yang mengetahui semua tentang desa adalah para pegawai desa," tegas Rahmat.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa selama ini roda pemerintahan desa berputar di atas pengetahuan puluhan perangkat yang menangani administrasi harian. Maman sebagai pemimpin definitif perlu memanfaatkan mereka, bukan menggantikannya.
Kehati-hatian Jadi Prinsip Masa Transisi
Rahmat menjelaskan bahwa selama masa transisi, setiap kebijakan dan kegiatan pemerintahan perlu dilakukan secara cermat. Ia tidak mau program yang dijalankan justru membebani kepala desa terpilih nanti.
"Kalau kita ada program, takut tidak diterima oleh kepala desa terpilih yang sesungguhnya. Jadi, kalau ada kegiatan tentang kepemerintahan, mari kita bersama-sama melayani masyarakat, jangan sampai mengecewakan masyarakat," katanya.
Pendekatan itu mencerminkan bagaimana transisi di desa-desa seharusnya berjalan. Jabatan bukan milik pribadi, melainkan amanah yang harus diserahkan dengan utuh kepada penerusnya.
Tantangan Baru Menanti
Desa Cicau terletak di kawasan industri Cikarang yang terus berkembang. Setiap tahun, ribuan pekerja baru datang dan menetap di kampung-kampung sekitar pabrik. Mereka butuh akses jalan, drainase yang baik, dan layanan kesehatan dasar.
Maman perlu membuktikan bahwa kebersamaan yang ia宣扬 selama serah terima benar-benar terasa bagi warga yang selama ini mengeluhkan fasilitas publik yang tidak sebanding dengan kontribusi desa terhadap pendapatan asli daerah.