30 Tahun Mengantar Pemudik: Kisah Herdis Sopir AKDP Panjalu yang Akhirnya Pulang Lebaran
Kisah Herdis, sopir AKDP Panjalu dengan 30 tahun pengalaman, yang akhirnya akan melewati hari raya bersama keluarga setelah bertahun-tahun mengantar pemudik saat mudik lebaran 2026.

Bandung, 11 Maret 2026 — Momen arus mudik lebaran selalu menjadi momentum yang dinantikan oleh para sopir angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) di seluruh wilayah Jawa Barat. Di tengah tingginya permintaan akan moda transportasi antarkota untuk pulang kampung, banyak sopir rela meninggalkan anggota keluarga mereka demi bisa mengantarkan penumpang ke titik tujuan dengan aman. Salah satu sosok yang telah mendedikasikan 30 tahun karier sebagai sopir AKDP asal Panjalu, Kabupaten Ciamis. Namun, tahun ini Herdis akan mengambil cuti untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, setelah keluarga mengingatkannya untuk segera pulang dan merayakan lebaran bersama.
Kisah Dedikasi 30 Tahun Herdis sebagai Sopir AKDP
Herdis telah menjalani karier sebagai sopir AKDP selama 30 tahun, sejak hampir separuh hidupnya ia memulai pekerjaan ini. Sepanjang masa kerjanya, ia telah mengantarkan ribuan penumpang pulang kampung saat momen lebaran, meskipun sering harus melewatkan hari raya bersama keluarga tercinta. Dalam wawancara di Terminal ST Hall Kebon Jati, Kota Bandung, Rabu (11/3/2026), Herdis membuka cerita tentang rutinitasnya selama hari raya.
"Hari raya malam takbir, saya kadang narik kadang enggak. Terutama malam takbiran, soalnya melihat banyak apa enggaknya penumpang, dan banyak juga supir menginap di sini kalau hari raya, apalagi kalau ramai penumpang," ujarnya.
Melalui kerja keras dan kesabaran selama tiga dekade, Herdis berhasil membesarkan empat orang anak. Beberapa di antaranya telah membuka usaha sendiri, sementara yang lain sedang menempuh pendidikan sarjana dan akan segera wisuda.
"Alhamdulillah anak saya empat orang, saya nyopir sudah 30 tahun. Hampir setengah hidup saya nyupir. Anak-anak sudah ada yang membuka usaha dan ada yang mau wisuda (kuliah), dan saya tahun ini dipastikan tidak menarik penumpang saat lebaran," kata Herdis dengan senyum penuh kebahagiaan.
Tantangan di Era Mudik Saat Ini
Selawan kesulitan untuk meninggalkan keluarga saat hari raya, Herdis juga menghadapi tantangan lain di tengah perkembangan industri transportasi antarkota. Menurutnya, jumlah penumpang angkutan umum jenis Elf AKDP telah menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Penumpang biasanya mulai ramai pada hari ke-20 puasa, namun tahun ini situasi tidak jelas dan sulit diprediksi. Meskipun begitu, saya tetap bersyukur karena masih ada penumpang yang memakai jasa saya," jelas Herdis.
Mengenai tarif perjalanan dan penghasilan, Herdis mengaku ongkos standar dari Bandung ke Panjalu adalah Rp30 ribu per penumpang. Namun, ia juga menerima tips tambahan dari beberapa penumpang yang sudah akrab dengannya.
"Ongkos sekarang dari Bandung ke Panjalu Rp30 ribu, macam-macam bisa sampai Rp80 ribu. Kondisi penumpang sekarang gak ada yang baru, itu-itu saja pelanggannya tidak bertambah," tambahnya.
Herdis juga mengakui bahwa penghasilannya sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya operasional kendaraan, seperti isi solar.
"Tahun ini pulang karena tidak akan narik saat malam IdulFitri. Hari kemarin saja saya cuma bawa uang Rp25 ribu, setor Rp100 ribu sisanya uang yang saya dapat saya buat isi solar. Itu juga enggak penuh soalrnya," ujarnya.
Keputusan untuk Pulang Bersama Keluarga Tahun Ini
Setelah bertahun-tahun bekerja selama momen lebaran, Herdis akhirnya memutuskan untuk tidak mengemudi tahun ini. Keputusan ini diambil setelah keluarga mengingatkannya untuk segera pulang dan merayakan hari raya bersama, setelah lama tidak bertemu.
Herdis mengakui bahwa selama bertahun-tahun, ia merasakan rindu akan keluarga saat lebaran, tapi harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Keluarga di rumah ada anak, tapi keluarga suka ngasih tau buat apa masih narik orang lain di luar Jawa aja pada mudik ke rumah, ini malah nari," ucapnya dengan suara lembut.
Ia berharap bahwa tahun ini, ia bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, menikmati hidangan lebaran, dan merayakan hari raya dengan tenang setelah bertahun-tahun bekerja keras.
Data Arus Mudik Jawa Barat 2026
Menurut data terbaru dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, puncak arus mudik tahun 2026 akan terjadi pada H-3 Idul Fitri, yaitu Rabu (18/3/2026). Secara total, sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik, dengan keseluruhan perjalanan di wilayah Jawa Barat mencapai 25,6 juta jiwa.
Sebagian besar perjalanan, yaitu 24,86 juta jiwa atau 96,73 persen dari total perjalanan, adalah perjalanan mudik ke daerah asal. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung mencapai 2,94 juta jiwa, diikuti oleh daerah lain di Jawa Barat.
Kisah Herdis menjadi salah satu contoh dedikasi para sopir angkutan umum yang bekerja keras selama momen mudik lebaran. Meskipun tahun ini ia akan menikmati lebaran dengan keluarga, pengorbanan selama 30 tahunnya akan selalu dikenang oleh para penumpang yang telah ia antar sampai tujuan. Semoga tahun ini, semua pemudik bisa pulang kampung dengan aman dan selamat, seperti yang diinginkan oleh Herdis dan para sopir lain di seluruh Jawa Barat.