221 KK di Desa Batu Tumpang Purwakarta Terima 9.000 Liter Bantuan Air Bersih
221 kepala keluarga atau 685 warga di Desa Batu Tanggang, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, terima bantuan 9.000 liter air bersih dari BPBD dan Kecamatan setelah krisis 3 bulan.

Sebanyak 221 kepala keluarga atau 685 jiwa di Kampung Sindang Reret RT 02 RW 01, Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, akhirnya mendapat bantuan air bersih setelah mengalami krisis selama tiga bulan.
Kondisi Krisis Air Bersih di Desa Batu Tumpang
Selama kurun waktu tersebut, warga di kampung tersebut menghadapi kesulitan luar biasa dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kondisi ini memaksa warga untuk menggunakan air dari kubangan bekas galian tanah yang kotor sebagai alternatif untuk mandi dan mencuci pakaian.
Situasi ini menunjukkan betapa rentan-nya akses air bersih di beberapa wilayah pedesaan di Jawa Barat, terutama saat musim kemarau tiba. Banyak desa yang tidak memiliki infrastruktur memadai untuk menjamin ketersediaan air bagi warganya.
Rincian Bantuan Air Bersih yang Disalurkan
Bantuan air bersih yang berhasil disalurkan kepada warga terdampak mencapai total 9.000 liter, dengan rincian sebagai berikut:
- 5.000 liter dari BPBD Kabupaten Purwakarta
- 4.000 liter dari Pemerintah Kecamatan Tegalwaru
Pendistribusian bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk personel BPBD Kabupaten Purwakarta, TNI, Trantib Kecamatan Tegalwaru, serta perangkat Desa Batu Tanggang. Bantuan diangkut menggunakan kendaraan tangki air milik BPBD dan mobil operasional.
Imbauan untuk Masyarakat
Camat Tegalwaru, Endang Saepudin, menegaskan pentingnya penggunaan air secara bijaksana, mengingat ketersediaan air bersih dan sumber air selama musim kemarau sangat terbatas.
"Apabila terjadi kekurangan air bersih, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pengurus RT, RW, dan pemerintah desa. Selanjutnya, pemerintah desa dapat mengajukan permohonan bantuan kepada kecamatan maupun instansi terkait seperti BPBD, PDAM, dan dinas lainnya agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secepatnya," jelas Endang.
Endang juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memanfaatkan sumber air alternatif. Warga tidak diperkenankan menggunakan sumber air yang diduga tercemar atau membahayakan kesehatan.
Pentingnya Sistem Kewaspadaan Air Bersih
Kasus di Desa Batu Tanggang ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pemantauan dan penanganan krisis air di wilayah pedesaan. Kolaborasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam menangani situasi darurat seperti ini secara cepat dan tepat sasaran.