1.837 Hektare Lahan Tani Garut Dilindungi dari Risiko Kemarau
Dinas Pertanian Garut mengasuransikan 1.837 hektare lahan tani untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat kemarau dan hama, dengan kompensasi Rp6 juta per hektare.

Kabar Terbaru Asuransi Usaha Tani di Garut
Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah mengonfirmasi bahwa lahan pertanian seluas 1.837 hektare telah terdaftar dalam program asuransi usaha tani tahun 2026. Program ini bertujuan meminimalkan risiko kerugian besar bagi petani akibat gagal panen yang disebabkan oleh musim kemarau, serangan hama, dan bencana alam lainnya.
Lahan Prioritas dengan Tingkat Risiko Tinggi
Kepala Dispertan Garut, Ardhy Firdian, menjelaskan bahwa pendaftaran lahan tani tahun ini difokuskan pada area dengan risiko tinggi terkena kekeringan atau serangan organisme pengganggu tumbuhan. Meskipun target awal mencapai 1.873 hektare, sebanyak 1.837 hektare telah berhasil terdaftar hingga saat ini.
"Kalau semua lahan sawah anggarannya pasti sangat besar, makanya kita prioritaskan pada lahan-lahan yang potensi risikonya tinggi," ujar Ardhy dalam wawancara di Garut, Kamis.
Manfaat Kompensasi untuk Petani
Setiap hektare lahan pertanian yang terdaftar dalam asuransi akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp6 juta apabila tanaman mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan, bencana alam, atau serangan hama. Angka kompensasi ini dirancang untuk membantu petani menutupi biaya produksi dan memulihkan usaha tani mereka setelah mengalami kerugian.
"Yang jelas ada penggantian sebesar enam juta rupiah per hektare apabila tanaman padinya mengalami gagal panen," tambah Ardhy.
Menurutnya, asuransi usaha tani bukan hanya melindungi dari risiko musim kemarau, tetapi juga dari gangguan lain seperti serangan tikus dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Upaya Tambahan untuk Mitigasi Kemarau
Selain program asuransi, pemerintah Kabupaten Garut juga melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak musim kemarau pada lahan pertanian. Upaya tersebut meliputi:
- Mengoptimalkan pompanisasi pengairan lahan sawah
- Mengaktifkan sumur dangkal dan sumur dalam untuk sumber air alternatif
Ardhy menambahkan bahwa upaya ini diharapkan dapat menyelamatkan lahan pertanian yang terancam kekeringan, sehingga produksi padi di Garut tetap terjaga.
Dampak Program untuk Kesejahteraan Petani
Program asuransi usaha tani ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi petani Garut dalam menjalankan usaha tani mereka, terutama di tengah ketidakpastian cuaca yang dapat memengaruhi hasil panen. Dengan adanya perlindungan asuransi, petani diharapkan dapat fokus pada peningkatan produktivitas lahan tanpa khawatir mengalami kerugian besar akibat risiko alam.