Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

180 siswa di Cianjur diduga keracunan MBG

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

180 siswa Cikalongkulon Cianjur diduga keracunan usai Makan Bergizi Gratis dari SPPG yang sama. Empat korban dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur dengan kondisi parah.

180 siswa di Cianjur diduga keracunan MBG

Keracunan Makan Bergizi Gratis: 180 Siswa Cianjur Dirajuk ke RSUD

Petugas gabungan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat sekitar 180 siswa dari beberapa sekolah dasar diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa kemarin. Sebagian besar korban harus menjalani perawatan di puskesmas setempat, dengan empat di antaranya dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur karena kondisi yang lebih parah.

Gejala dan Penanganan Awal Korban

Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf dalam keterangan resmi mengatakan bahwa sebagian besar korban adalah siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cikalongkulon. Mereka mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare yang muncul pada siang hingga petang hari, tepat setelah mereka pulang ke rumah dari sekolah.

"Ratusan pelajar tersebut mulai mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah dan diare pada siang dan petang setelah sampai di rumah sehingga pihak keluarga membawa mereka ke puskesmas," kata Iyus.

Perkembangan Jumlah Korban

Awalnya, jumlah korban tercatat sekitar 107 orang, namun hingga malam hari Selasa, angka tersebut meningkat menjadi 180 orang. Penanganan korban dilakukan di beberapa ruangan di Puskesmas Cijagang untuk mengakomodasi jumlah pasien yang bertambah secara signifikan.

Sumber Menu MBG yang Sama

Menurut keterangan Iyus, semua korban berasal dari enam sekolah yang mendapatkan menu MBG dari penyedia SPPG (Sumber Pangan Pemerintah Daerah) yang sama sebelum korban melaporkan gejala keracunan. Tim medis dan pihak berwenang saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti keracunan tersebut, termasuk memeriksa bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG tersebut untuk mengidentifikasi kontaminasi atau masalah kualitas pangan.

Implikasi dan Tindakan Selanjutnya

Kasus ini menyoroti pentingnya memastikan keamanan pangan dalam program pangan sosial seperti Makan Bergizi Gratis, terutama yang diberikan kepada siswa sekolah dasar yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengidentifikasi penyebab keracunan dan mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan, serta memastikan keamanan pangan untuk semua program pangan sosial di wilayah Jawa Barat.