178 Pekerja PT Namnam Fashion Industries Cimahi Kena PHK, Dedi Mulyadi Imbau Pindah ke Industri Baru
178 pekerja PT Namnam Fashion Industries di Cimahi kehilangan pekerjaan. Dedi Mulyadi mendorong mereka untuk bersedia pindah ke kawasan industri baru seperti Indramayu, Garut, dan Majalengka.

Sebanyak 178 buruh di PT Namnam Fashion Industries, Kota Cimahi, harus kehilangan pekerjaan mereka. Pemutusan hubungan kerja ini terjadi di tengah peringatan bahwa industri garmen memang rentan melakukan relokasi ketika biaya produksi tidak lagi dianggap kompetitif oleh perusahaan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut industri garmen merupakan sektor padat karya yang tidak bersifat permanen. Pengusaha garmen sering kali memindahkan pabrik mereka ke daerah dengan biaya tenaga kerja lebih murah ketika titik impas sudah tercapai.
"Kalau sudah break-even point, kemudian ada tempat lain yang tenaga kerjanya lebih murah, biasanya pindah. Itu sudah terjadi di mana-mana," kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Pemprov Jabar Targetkan Selesai Bongkar dan Tata Ulang Teras Cihampelas Oktober 2026
Menurut catatan pemerintah provinsi, kawasan industri padat karya di Jawa Barat telah bergeser dari lokasi-lokasi lama seperti Bandung, Karawang, Purwakarta, dan Bandung Barat. Daerah-daerah pertumbuhan baru seperti Indramayu, Garut, dan Majalengka kini menjadi Magnet bagi investasi sektor garmen dan alas kaki.
Dedi Mulyadi mendorong pekerja yang kehilangan pekerjaan di Cimahi untuk berani bergeser ke kabupaten-kabupaten penerima investasi baru. Ia mengklaim permintaan tenaga kerja di sektor sepatu sangat tinggi, terutama di Indramayu, Garut, dan Majalengka.
"Rekrutmen untuk sektor sepatu, seperti di Indramayu, itu sangat banyak. Di Garut banyak, di Majalengka banyak. Memang daerahnya bergeser," ucap Dedi.
Baca Juga: 50 Alumni Brebes yang Pernah Kuliah di Bandung Reunian di Brebes
Bagi para pekerja yang selama ini mengandalkan upah dari pabrik garmen di kawasan Bandung Raya, kemungkinan harus pindah ke daerah lain menjadi pilihan tidak mudah. Ongkos transportasi dan jarak tempuh ke lokasi industri baru bakal membebani pekerja yang sebelumnya bisa naik ojek dari rumah ke pabrik di sekitar Cimahi.
Sepanjang tahun ini, pemutusan hubungan kerja di sektor padat karya terus terjadi di berbagai daerah di Jawa Barat. Pergeseran lokasi industri ini mempertegas kerentanan pekerja garmen terhadap dinamika investasi yang mengikuti biaya produksi termurah.