Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

17.775 Siswa Bandung Dapat Bantuan Pendidikan Rp36,3 Miliar di 2026

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Pemkot Bandung salurkan Rp36,3 miliar untuk 17.775 siswa SD-SMP kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan di 191 sekolah. Begini mekanismenya.

17.775 Siswa Bandung Dapat Bantuan Pendidikan Rp36,3 Miliar di 2026

Komitmen Bandung Wujudkan Pendidikan Merata bagi Siswa Kurang Mampu

Pemerintah Kota Bandung mencatatkan langkah signifikan dalam upaya pemerataan akses pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan setempat, Pemerintah Kota Bandung mengucurkan anggaran sebesar Rp36,3 miliar untuk mendukung program bantuan pendidikan bagi peserta didik kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) pada tahun 2026.

Program ini dirancang sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah, baik yang berasal dari keluarga mampu maupun mereka yang menghadapi kendala ekonomi.

"Program RMP ini merupakan komitmen市委 Bandung dalam layanan pendidikan. Bagi penduduk kurang mampu tetap diberi kesempatan mendapat pendidikan yang sama baik di sekolah negeri maupun swasta," tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron.


Rincian Penerima Manfaat dan Alokasi Dana

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pendidikan Kota Bandung, anggaran sebesar Rp36,3 miliar tersebut telah dicairkan kepada 191 sekolah dengan total penerima sebanyak 17.775 siswa jenjang SD dan SMP. Penyaluran dana dilakukan secara bertahap dan selesai pada Mei 2026.

Penerima manfaat program ini merupakan siswa yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang mengindikasikan bahwa mereka berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.


Mekanisme Penyaluran untuk Sekolah Swasta

Salah satu keunggulan program ini adalah fleksibilitasnya dalam menjangkau siswa di berbagai jenis sekolah. Dana bantuan tersebut digunakan khusus untuk menanggung dua komponen utama biaya pendidikan di sekolah swasta:

Dengan mekanisme ini, siswa RMP yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tidak akan dibebani biaya tersebut, karena sudah ditanggung oleh anggaran pemerintah kota.

"Para orang tua jangan khawatir, bagi yang lolos jalur Afirmasi RMP di sekolah swasta akan mendapat bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP selama di sekolah tersebut," jelas Asep.


Kesempatan bagi Calon Murid Baru SMP

Bagi calon murid baru jenjang SMP yang mendaftar melalui jalur afirmasi RMP, terdapat mekanisme tambahan yang perlu dipahami. Apabila tidak lolos seleksi pada empat pilihan sekolah yang diajukan, siswa masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah swasta yang memiliki kuota RMP masih tersedia.

Kesempatan ini terbuka setelah pengumuman Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap pertama berakhir, sehingga memberikan opsi pendidikan yang lebih luas bagi keluarga.


Durasi dan Ketentuan Perpanjangan Bantuan

Bantuan operasional pendidikan RMP diberikan untuk jangka waktu satu tahun ajaran. Namun, peserta didik memiliki kesempatan untuk memperpanjang bantuan pada tahun berikutnya.

Syarat utama perpanjangan adalah peserta masih terdata dalam DTSEN atau tetap masuk dalam kategori RMP. Dengan ketentuan ini, pemerintah memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan bagi keluarga yang memang membutuhkannya.


Dampak Positif bagi Pemerataan Pendidikan

Asep Saeful Gufron menegaskan bahwa komitmen utama pemerintah adalah melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Yang utama adalah melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta. Komitmen kami adalah mewujudkan pembangunan bidang pendidikan yang merata dan bermutu serta meringankan beban biaya pendidikan bagi peserta didik RMP," kata Asep.

Dengan program ini, diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah di Kota Bandung yang putus pendidikan akibat kendala ekonomi. Program RMP menjadi solusi konkret untuk mendukung pemerataan akses pendidikan dan meringankan beban biaya bagi keluarga kurang mampu.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan pendidikan yang bermutu dan merata di Kota Bandung, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi.