17.628 Polisi Amankan 20 Aksi Demo di Jakarta, Massa dari Karawang Ikut Turun ke Jalan
17.628 polisi jaga 20 aksi demo di Jakarta kemarin. Massa dari Karawang dan wilayah Jawa Barat lainnya ikut turun lewat koordinasi dengan kepolisian.

Ribuan buruh dari Jawa Barat ikut Serta dalam aksi demonstrasi di Jakarta, kemarin. Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat sedikitnya 37 kegiatan di Ibu Kota yang melibatkan mobilisasi besar-besaran.
Sebanyak 20 di antaranya merupakan aksi unjuk rasa. Sisanya 17 kegiatan terdiri atas wisuda, pameran, hingga peringatan hari ulang tahun instansi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, polisi mengerahkan 17.628 personel untuk mengamankan seluruh agenda itu.
Massa yang turun ke jalan tersebar di beberapa lokasi. Lokasi pertama yang menjadi fokus pengamanan adalah kompleks Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Di area itu saja, polisi siapkan 4.998 personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, danPengamanan Dalam.
Baca Juga: Dadang Supriatna Akui Baru Tahu Piutang PT BDS Membengkak jadi Rp 128 Miliar dari Evaluasi
Aksi di kompleks parlemen itu diikuti ribuan buruh dari kelompok Konfederasi Buruh Panthers Indonesia. Mereka datang menggunakan puluhan bus yang parkiran diarahkan di Parkir Timur Senayan. Jumlah peserta yang tercatat dalam surat pemberitahuan aksi yang diterima kepolisian sebanyak 5.000 orang.
Dinas terkait di Karawang, Bekasi, dan Depok mendapatCOORDINASI dari kepolisian terkait keberangkatan massa ke Jakarta. Tiga kota itu termasuk wilayah penyangga Jakarta di Jawa Barat yang rutin mengirimkan pekerja keIbukota.
Jalan alternatif untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi aksi menerapkan sistem situasional. Satuan Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan sekitar 2.500 personel untuk menangani rekayasa lalu lintas. Pengaturan itu mencakup pengalihan jalur di sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Silang Monas Selatan.
Baca Juga: Banjir Setinggi 1 Meter Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Soreang
Satuan lalu lintas juga mengatur jalur agar aktivitas ekonomi dan sekolah tetap berjalan. "Rekayasa lalu lintas ini sifatnya situasional," kata Budi Hermanto.
Dalam pengamanan, kepolisian melarang personel membawa senjata api. Semua petugas diminta mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis.
Jumlah personel yang dikerahkan kemarin melonjak dibanding hari-hari biasa. Berdasar catatan kepolisian, kemarin ada 37 kegiatan di Jakarta yang berkumpul massa. angka itu jauh lebih tinggi dari hari biasanya yang berkisar belasan kegiatan.