16 Traktor Baru Dorong Produksi Pertanian Sumedang di 26 Kecamatan
DPKP Sumedang salurkan 16 traktor alsintan dari PIK 2025 untuk 26 kecamatan lumbung pangan. Program mekanisasi ini diharapkan dongkrak produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang resmi menyalurkan 16 unit traktor kepada kelompok tani sebagai langkah strategis meningkatkan mekanisasi pertanian di wilayah ini. Bantuan ini bersumber dari Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) Tahun 2025 dan menjadi bagian dariprogram penguatan sektor pertanian di 26 kecamatan.
Program Alsintan Tahap Awal untuk Lumbung Padi
Kepala DPKP Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menjelaskan bahwa penyerahan traktor ini merupakan tahap awal dari program bantuan alat dan mesin pertanian yang akan berlanjut secara bertahap ke wilayah prioritas lainnya.
Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Bekasi Jadi Momen Para Pemimpin elected Ajak Warga Bangun Fondasi Moral
"Pada kesempatan ini kami menyerahkan bantuan hand tractor kepada beberapa desa yang dananya bersumber dari Pagu Indikatif Kewilayahan Tahun 2025. Saat ini baru diserahkan 16 unit traktor," jelas Tono.
Bantuan alsintan ini diprioritaskan bagi wilayah lumbung pangan dan sentra produksi padi sebagai upaya memperkuat sektor pertanian di seluruh kecamatan.
Keempat Kecamatan Utama Penghasil Padi
Kabupaten Sumedang memiliki potensi pertanian yang besar dengan luas lahan sawah mencapai 31.166 hektare dan lahan perkebunan sekitar 4.500 hektare yang tersebar di 26 kecamatan.
Wilayah sentra produksi padi utama meliputi:
- Kecamatan Buahdua
- Kecamatan Conggeang
- Kecamatan Darmaraja
- Kecamatan Situraja
Keempat wilayah ini menjadi target utama distribusi traktor untuk memaksimalkan hasil panen.
Penguatan Mekanisasi Pasca-Bantuan Ujungjaya
Sebelum penyerahan 16 unit hand traktor ini, DPKP Sumedang telah menyalurkan bantuan alsintan di Kecamatan Ujungjaya yang terdiri dari:
- 7 unit combine harvester
- 10 unit mesin tanam padi
- 9 alat semprot multifungsi
- 4 pompa air
Total bantuan sebelumnya mencapai 30 unit alsintan untuk mendukung produktivitas petani di wilayah tersebut.
Efisiensi Mekanisasi untuk Dongkrak Hasil Panen
Penggunaan hand traktor diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan secara signifikan. Dengan mekanisasi pertanian, petani mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendongkrak hasil produksi pertanian secara keseluruhan.
"Mudah-masing traktor ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pertanian dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Sumedang," harap Tono.
Kombinasi Alsintan dan Infrastruktur Irigasi
Selain distribusi alsintan, DPKP Sumedang juga terus memperkuat infrastruktur penunjang pertanian, terutama jaringan irigasi di berbagai kawasan pertanian. Kombinasi bantuan mekanisasi dan peningkatan infrastruktur irigasi diharapkan dapat:
- Memperkuat ketahanan pangan daerah
- Meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen optimal
- Mendukung produktivitas pertanian di 26 kecamatan secara berkelanjutan
Potensi Komoditas Unggulan Sumedang
Di luar komoditas padi, Sumedang juga mengembangkan produk hortikultura berkualitas tinggi. Mangga gedong ginci menjadi primadona yang banyak dikembangkan di wilayah Tomo dan Jatigede.
Dengan luas wilayah mencapai sekitar 150.000 hektare yang didominasi sektor kehutanan dan pertanian, Sumedang terus bertransformasi menjadi kabupaten produktif di sektor pangan Jawa Barat.