Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

12 Tewas dalam Tragedi Hajatan Indramayu: Fakta Lengkap dan Analisis Kecelakaan Maut di Jalur Pantura

Jabar · Oleh · · Diperbarui 25 Agustus 2026

Kecelakaan maut hajatan di Indramayu menewaskan 12 orang, termasuk 3 anak-anak. Sebagian besar korban dari satu RT yang ikut silaturahmi. Polisi menyelidiki penyebab.

12 Tewas dalam Tragedi Hajatan Indramayu: Fakta Lengkap dan Analisis Kecelakaan Maut di Jalur Pantura

Tragedi mengerikan terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7). Kecelakaan maut melibatkan mobil pikap yang mengangkut rombongan tamu hajatan menewaskan 12 orang.

Update Terbaru: 12 Korban Tewas

Polres Indramayu memperbarui jumlah korban meninggal dunia menjadi 12 orang. Dua korban yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka berat akhirnya menyerah pada kesehatannya.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

"Yang dua orang itu (korban dirawat) meninggal dunia. Yang tadinya mungkin hanya 10 orang, sekarang bertambah menjadi 12 orang," jelas Kasatlantas Resorts Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat.

Tim TAA Kepolisian Daerah Jawa Barat bersama Satlantas Resorts Indramayu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (13/7) untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.

Profil Korban: 9 di Antaranya dari Desa Cempeh

Kepala Desa Cempeh, Carkana, mengonfirmasi bahwa sembilan korban merupakan warga desanya, sementara tiga korban lainnya berasal dari Desa Kiajaran Kulon. Para korban tinggal di RT 13 RW 04 dan merupakan tetangga yang ikut dalam perayaan hajatan.

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

Yang paling mengharukan, di antara 12 korban terdapat hubungan keluarga dekat:

Daftar 12 Korban Tewas

Berikut identitas lengkap 12 korban yang tersebar di dua rumah sakit:

Di RS Mitra Plumbon:

Di RS Bhayangkara:

Tercatat tiga anak-anak termasuk dalam daftar korban meninggal, menunjukkan tragedi ini menelan korban dari berbagai usia.

Fakta Kecelakaan dan Konteks Pantura

Kecelakaan terjadi saat mobil pikap mengangkut silaturahmi tamu yang hadir dalam sebuah acara hajatan atau pernikahan. Jalur Pantura yang merupakan jalur sibuk penghubung Jakarta-Jawa menjadi lokasi tragis ini.

Penyelidikan untuk menentukan apakah faktor kelelahan sopir, kelebihan muatan, atau kondisi jalan menjadi penyebab utama kecelakaan.

Dampak Sosial bagi Komunitas

Tragedi ini memberikan duka mendalam bagi komunitas di dua desa. Sembilan korban dari Desa Cempeh kehilangan hampir satu RT secara bersamaan. Hubungan tetangga yang erbangun dalam tradisi gotong royong ikut menghilang dalam seketika.

Langkah Penyeldikan

Polisi masih melakukan investigasi menyeluruh olah TKP dan pengambilan keterangan saksi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang sambil menunggu hasil penyeldikan resmi.

Kecelakaan ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya keselamatan berkendara, saat membawa rombongan banyak orang dalam satu kendaraan.

Tragedi di Indramayu ini menambah daftar panjang kecelakaan di Jalur Pantura yang menelan korban jiwa. Keluarga besar korban berharap keadilan bisa ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.