Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

10 Dapur MBG Majalengka Dihentikan Sementara: Kurangnya IPAL

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Operasional 10 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Majalengka dihentikan sementara karena tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sesuai evaluasi Badan Gizi Nasional.

10 Dapur MBG Majalengka Dihentikan Sementara: Kurangnya IPAL

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program sosial pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah Indonesia. Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, operasional 10 satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program MBG dihentikan sementara pada pertengahan Maret 2026. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 13 Maret 2026, setelah evaluasi menyeluruh dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan berdampak pada terhentinya penyaluran makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat di daerah tersebut.

Alasan Penghentian Operasional Dapur MBG

Menurut Koordinator SPPG Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khairunnisa, pemberhentian sementara ini mencakup tepat 10 unit SPPG yang terdaftar dalam surat resmi pemberhentian. Salah satu faktor utama yang menjadi dasar evaluasi adalah ketidakadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di masing-masing dapur tersebut.

"Data rekapitulasi terbaru menunjukkan bahwa salah satu kendala utama adalah ketidaktersediaan IPAL sesuai standar yang ditetapkan," ujar Intan dalam konfirmasi resmi.

Intan menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh unit SPPG di Majalengka memenuhi standar operasional yang ditetapkan, termasuk persyaratan fasilitas pengolahan limbah yang tidak boleh diabaikan. Ia menambahkan bahwa dapur MBG yang dihentikan operasionalnya hanya dapat kembali berjalan setelah dua syarat terpenuhi: pertama, instalasi IPAL telah terpasang dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh BGN; kedua, surat pencabutan pemberhentian operasional diterbitkan oleh Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan Nasional.

Dampak Bagi Penerima Manfaat

Keputusan penghentian operasional ini tentu memberikan dampak signifikan bagi ribuan penerima manfaat program MBG di Majalengka. Intan juga mengungkapkan permohonan maaf kepada semua pihak yang terdampak oleh penundaan penyaluran makanan bergizi ini. Salah satu ketentuan yang ditegaskan oleh Intan adalah bahwa dapur MBG lain di daerah tidak diizinkan untuk mengalihkan atau menanggung distribusi makanan dari unit yang dihentikan operasionalnya. Hal ini sesuai dengan arahan dari atasan, sehingga tidak ada pengalihan penerima manfaat secara sementara untuk menutupi kekosongan penyaluran makanan.

Langkah Perbaikan dan Harapan Kembali Beroperasi

Sebagai upaya untuk mencegah penghentian operasional serupa di masa depan, Intan meminta seluruh pengelola dapur MBG di Majalengka untuk memanfaatkan masa libur operasional menjelang Lebaran untuk melakukan perbaikan fasilitas. Tujuannya adalah agar seluruh unit SPPG di Kabupaten Majalengka dapat memenuhi standar fasilitas yang ditetapkan oleh BGN dan tidak masuk ke dalam daftar pemberhentian selanjutnya. Jika proses pembenahan fasilitas berjalan dengan cepat, Intan menyatakan bahwa operasional dapur MBG yang dihentikan sementara memiliki peluang untuk kembali berjalan tepat setelah libur Lebaran tahun ini.

Catatan Penting Terkait Penghentian

Hingga saat ini, pihak Kabupaten Majalengka belum mengumumkan daftar rinci 10 unit dapur MBG yang dihentikan operasionalnya. Namun, koordinator SPPG menegaskan bahwa seluruh unit yang terdaftar dalam surat pemberhentian telah memenuhi kriteria evaluasi BGN, termasuk ketidaktersediaan IPAL. Selain itu, semua pengelola dapur diharapkan segera melakukan perbaikan fasilitas untuk memastikan program MBG di Majalengka berjalan sesuai standar.

Keputusan penghentian sementara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kualitas dan keamanan program sosial yang disalurkan, termasuk program MBG. Dengan perbaikan fasilitas yang tepat waktu, diharapkan seluruh unit dapur MBG di Majalengka dapat kembali beroperasi secepat mungkin dan memenuhi standar yang ditetapkan.