Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Warga Taman Foto di Jalan Anggrek Minta Playground Karatan dan Toilet Tertutup Diperbaiki

Bandung · Oleh ·

Warga Taman Foto di Jalan Anggrek meminta playground karatan dan toilet tertutup diperbaiki. Dari 759 taman kota Bandung banyak yang tak terawat.

Warga Taman Foto di Jalan Anggrek Minta Playground Karatan dan Toilet Tertutup Diperbaiki

Playground karatan di tempat orang tua menunggu

Sudut Taman Foto di Jalan Anggrek, Kota Bandung, berubah jadi ruang tunggu para orang tua yang menyekolahkan anak di SD Soka. Mereka datang sejak pagi, anak-anak mengerjakan tugas kelompok di sekolah, orang tua mengisi waktu sambil makan bakso bersama sesama orang tua lain. Jumat (23/10/2026) pagi Amel sudah membawa anaknya ke sana karena tempat inilah yang paling dekat dari sekolah.

Yang dikeluhkan bukan cuma catnya yang mengelupas. Fasilitas memanjat alias gelantungan, wahana yang paling disukai anak-anak di situ, sudah banyak yang karatan. Amel pun kerap meminta anaknya ekstra berhati-hati saat memanjat.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp400 Triliun 2027 setelah TPAKD Salurkan Rp64,85 Triliun ke 2,28 Juta Debitur

"Memang udah banyak yang karatan, parah banget, dan anak-anak memang paling suka main di situ (gelantungan). Harapannya sih diganti yah,"

Menurut data Badan Pusat Statistik dalam Buku Bandung Dalam Angka, Kota Bandung punya 759 taman kota. Angka itu menghitung banyaknya taman, bukan kondisi fasilitas di dalamnya. Banyak taman kota yang kondisinya kurang terawat, dan playground yang terpasang di dalamnya ikut lapuk tanpa ada perbaikan intercara yang jelas.

Buat keluarga muda di Bandung, konsekuensinya terasa di dompet. Belakangan banyak orang tua memenuhi kebutuhan bermain anaknya dengan playground berbayar di dalam mal atau kafe. Taman kota jadi pilihan yang lebih murah, kadang gratis, hanya saja fasilitasnya sering tertinggal dari kebutuhan anak yang sedang bertumbuh.

Baca Juga: Madura United Tundukkan Persib Bandung 1-0 lewat Gol Dimitar Mitkov Menit 89 dan Naik ke Peringkat Ketiga

"Kalau di taman kan main akan senang dan gratis. Tapi kalau fasilitasnya jelek kaya karatan kita juga takut kenapa-kenapa,"

Soal ayunan, Amel memilih menitipkan anaknya di sana karena jumlah ayunannya sedikit, sedangkan anak yang bermain di Taman Foto cukup banyak. Ukuran ayunannya tergolong kecil sehingga berisiko bagi anak SD yang badannya masih kecil.

Masalah lain menyangkut fasilitas penunjang, yaitu toilet._Toilet di dalam taman itu dulu ada, kini sudah ditutup. Amel dan teman-temannya kesulitan mencari tempat ketika membutuhkan, akhirnya harus pergi ke tempat makan atau balik lagi ke sekolah.

Tidak jauh dari Taman Foto, kondisi tamperbaika. Di Taman Superhero, ayunan masih terpasang dan ukurannya lebih besar sehingga bisa dipakai orang dewasa. Fasilitas untuk anak di sana tidak ada yang karatan, sehingga relatif aman dipakai anak-anak yang berlarian di area playground tersebut.

Pola ruang publik yang terlupakan di Bandung sebenarnya bukan hal baru. Fasilitas yang rusak di Taman Film Pasopati pernah menjadi perbincangan warga soal ruang hijau yang tidak bisa dipakai كما mestinya. Di sisi lain, Dinkes Bandung meminta warga mewaspadai super flu membuat ruang bermain luar ruang yang aman makin berarti bagi keluarga dengan anak kecil, karena anak yangimmunitas-nya belum kuat justru banyak beractivities di luar.

Neneng, warga lain yang rutin memanfaatkan Taman Foto untuk bersantai, menilai pemerintah kota perlu memperbaiki fasilitas di sana sesegera mungkin. Amel dan anak-anaknya bakal tetap datang ke sana. Yang mereka minta cuma satu, playground yang tidak membuat anak-anak was-was setiap kali memanjat.