Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Transformasi Desa Cikujang: Chipshuy dan Gerakan Cegah Stunting Berbasis Kampus

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

ITB transformasi Desa Cikujang: luncurkan Chipshuy keripik talas-singkong, edukasi stunting, layanan kesehatan gratis, serta koperasi pangan berkelanjutan.

Transformasi Desa Cikujang: Chipshuy dan Gerakan Cegah Stunting Berbasis Kampus

Dari Talas ke Chipshuy: Cerita Inovasi Kuliner Lokal yang Disulap Jadi Produk Kekinian

Desa Cikujang, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, mulai menulis cerita baru dalam peta pembangunan Jawa Barat. Tak lagi sekadar pusat produksi talas dan singkong mentah, wilayah ini kini bertransformasi menjadi laboratorium sosial nyata yang menghubungkan teknologi pascapanen, pendidikan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tahun akademik 2025–2026 menjadi tonggak bersejarah ketika Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Desa Binaan Institut Teknologi Bandung (ITB) menurunken dosen dan mahasiswa untuk tinggal, belajar, sekaligus mengajar di tanah Subang. Mereka tak hanya membawa buku dan slide presentasi, melainkan juga alat pengolah, bahan baku, serta pola pikir bahwa "desa bisa maju tanpa kehilangan jati diri".

"Kami ingin membuktikan bahwa kolaborasi kampus-desa mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sembako satu kali pakai," ucap ketua tim, Tomi Hendrayana, seusai memantau proses produksi keripik talas pertama di dapur umum Kampung Babakan.

Chipshuy: Respons Cepat terhadap Tren Pasar Gen-Z

Setelah puluhan kali uji rasa, lahirlah Chipshuy, nama kekinian untuk keripik talas dan singkong. Varian rasa yang ditawarkan—mulai original asin-gurih, barbeque, jagung bakar, balado, hingga keju asin—langsung melengkapi daftar camilan yang digemari anak muda urban. Keberanian menggunakan branding modern menjadi kunci agar produk lokal tak lagi dipandang "murahan".

Langkah strategis berikutnya adalah pendampingan digital marketing. Para pakar Teknik Industri ITB menggelar workshop daring pada 9 November 2025, membekali petani dan ibu rumah tangga cara fotografi produk, copywriting, serta optimasi media sosial. Hasilnya, dalam tiga bulan, omzet kelompok tani mampu melonjak 42% lewat pemesanan daring, sebagian besar dari Bandung dan Jakarta.

Kiat Menekan Stunting: Edukasi Gizi Berbasis Posyandu

Selain urusan perut, tim juga menyerang persoalan stunting yang masih mencapai 29,7% di Kabupaten Subang (SDKI 2024). Strategi dipilih bukan ceramah panjang, melainkan pendekatan permainan, demonstrasi masak, dan konsultasi perorangan.

Kegiatan ini membuahkan komitmen tertulis dari 68 kader untuk memantau tumbuh kembang anak di bawah lima tahun secara berkala. Data terbaru menunjukkan penurunan 4,1% kasus gagal tumbuh di dua posyandu percontohan selama enam bulan.

Layanan Kesehatan Gratis: Membangun Kepercayaan Masyarakat

Minggu pagi di pendopo desa berubah menjadi klinik mini. Dua dokter, tiga perawat, dan enam apoteker menurunkan layanan pemeriksaan kolesterol, gula darah, serta asam urat. Sebanyak 214 warga, mayoritas lansia, antre sejak pukul 06.30. Di pojok, apoteker menyiapkan "kantong obat hemat" berisi vitamin generik yang dibeli secara kolektif, memangkas biaya hingga 30%.

"Saya sudah tiga tahun tidak periksa karena ongkos mahal. Hari ini dapat obat, dapat nasihat, dapat sembako pula," tutur Tati (56), warga Kampung Babakan yang sejak 2022 mengeluh sakit lambung.

Model Pendanaan Berkelanjutan: Koperasi dan Tabungan Desa

Agar program tidak berhenti saat dana habis, tim menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membentuk koperasi simpan-pinjam khusus perempuan. Bunga rendah—maksimal 1,5% per bulan—ditujukan agar ibu-ibu bisa membeli bahan baku talas secara tunai, sehingga harga lebih murah 8% dibanding beli kredit pada tengkulak.

Selain itu, desa menerapkan "tabungan pangan": warga menyisihkan Rp10.000 per minggu untuk ditukar paket sembako murah pada akhir bulan. Model ini menjamin ketahanan pangan mikro sekaligus menumbuhkan kebiasaan menabung.

Tantangan ke Depan: Sertifikasi dan Skala Industri

Produksi masih terbatas 30 kg per hari karena pengeringan masih mengandalkan sinar matahari. Tim tengah mengajukan bantuan mesin dryer hybrid kepada Kementerian Pertanian agal kapasitas bisa tiga kali lipat. Sementara itu, proses meraih Nomor Induk Berusaha (NIB), P-IRT, serta sertifikasi halal sudah memasuki tahap akhir, diharapkan rampung Juni 2026.

Bila seluruh dokumen lengkap, Chipshuy bisa masuk minimarket lokal dan ekspor khusus pasar Muslim di Malaysia, membuka peluang pendapatan desa naik hingga Rp2,1 miliar per tahun.

Pelajaran yang Bisa Dibawa Pulang

  1. Kolaborasi multi-disiplin—kesehatan, teknik, ekonomi—menjadi kunci solusi terpadu.
  2. Pemanfaatan bahan lokal yang tadinya undervalue mampu meningkatkan daya saing.
  3. Pendidikan berbasis komunitas lebih efektif ketimbang kampanye massal.
  4. Pendanaan berkelanjutan lahir dari sistem simpan-pinjang, bukan sekadar menunggu hibah.

Transformasi Cikujang membuktikan bahwa desa tidak pernah kekurangan potensi; yang dibutuhkan adalah penghubung—dalam hal ini kampus—yang mau turun tangan, mendengar, lalu bergerak bersama. Bila pola ini direplikasi di 74 desa binaan ITB, bukan tidak mungkin Jawa Barat menjadi provinsi stunting-free pada 2030 mendatang.