Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tragedi di Waduk Saguling: Pemancing Hilang, SAR Kerahkan 11 Personnel

KBB · Oleh · · Diperbarui 26 Agustus 2026

SAR Bandung kerahkan 11 personel cari pemancing yang hilang di Waduk Saguling, Bandung Barat, setelah perahunya bocor dan tenggelam Jumat pagi.

Tragedi di Waduk Saguling: Pemancing Hilang, SAR Kerahkan 11 Personnel

Insiden Tragis di Waduk Saguling, Pemancing Hilang Usai Perahu Bocor

Peristiwa menyedihkan terjadi di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Seorang pemancing bernama Angga Permana (27) dilaporkan hilang setelah perahu jukung yang digunakan bocor dan tenggelam. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (17/7) dini hari, sekira pukul 05.00 WIB.

Kronologi Kejadian yang Berujung pada Tragedi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan warga Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, berangkat memancing menggunakan perahu jukung di Waduk Saguling pada dini hari. Namun, perahu yang digunakan diduga mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam.

Baca Juga: 74 Persen Guru Honorer di Indonesia Berpenghasilan di Bawah Rp2 Juta, Ribuan Murid di Jawa Barat Terdampak

Seorang saksi bernama Edi menyaksikan insiden tersebut. Sayangnya, Edi tidak dapat memberikan pertolongan karena tidak memiliki kemampuan berenang. Kondisi ini semakin memperumit situasi penyelamatan.

SAR Gabungan Dikerahkan, 11 Personnel Turun Tangan

Tim Search and Rescue (SAR) bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian pada pukul 13.00 WIB. Kantor SAR Bandung segera mengaktifkan operasi pencarian dengan mengerahkan sebanyak 11 personel gabungan.

Baca Juga: Perempuan Berlari 2026 Targetkan 3.000 Peserta di Kota Baru Parahyangan pada 18 Oktober

"Setelah menerima laporan, SAR gabungan langsung mengerahkan tim rescue berjumlah 11 personel gabungan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam," jelas Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana.

Personel yang dikerahkan merupakan gabungan dari:

Tim penyelamat diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 13.15 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 14.40 WIB setelah menempuh perjalanan darat sekitar 62 kilometer. Berbagai peralatan SAR air dan perlengkapan keselamatan telah disiapkan untuk mendukung operasi pencarian ini.

Ancaman Bahaya Perahu Jukung di Perairan Dalam

Tragedi ini menjadi pengingat penting tentang bahaya penggunaan perahu tradisional di perairan dalam. Perahu jukung yang umum digunakan para pemancing memiliki risiko tinggi, terutama di waduk yang memiliki kedalaman signifikan.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi di mana perahu korban diduga tenggelam.

Imbauan untuk Para Pemancing

Pihak berwenang berharap para pemancing selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat keselamatan lengkap dan memastikan kondisi perahu dalam keadaan layak sebelum digunakan. Tragedi ini menunjukkan bahwa satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal di atas air.

Operasi pencarian masih berlangsung dan tim SAR berkomitmen untuk menemukan korban sesegera mungkin.