Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Karawang: Perlindungan Nyata untuk Masa Depan Pekerja

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Cellica Nurachadiana sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Karawang, dorong pekerja terdaftar BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan kecelakaan kerja dan santunan kematian bagi keluarga.

Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Karawang: Perlindungan Nyata untuk Masa Depan Pekerja

Cellica Nurachadiana Sosialisasikan Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Karawang

Karawang – Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Demokrat, dr. Hj. Cellica Nurachadiana, M.H.Kes., menegaskan komitmennya memperjuangkan perlindungan bagi para pekerja melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hal tersebut sampaikanannya saat sosialisasi yang berlangsung di GOR JKW Kepuh, Karawang Barat, Jumat (19/6/2026).

Sebagai wakil rakyat yang berdomisili di Karawang, Cellica mengaku rutin melakukan perjalanan Jakarta–Karawang untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan langsung di parlemen.

Berbagai Persoalan yang Perlu Perhatian Serius

Dalam kesempatan tersebut, Cellica menjelaskan bahwa masyarakat Karawang saat ini menghadapi berbagai persoalan penting. Mulai dari fenomena pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas warga dan dunia usaha, persoalan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, hingga isu-isu sosial lainnya.

"Apapun yang saya dengar dari masyarakat, itulah yang saya perjuangkan. Tugas kami bukan hanya membahas kesehatan, tetapi juga ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, kependudukan, hingga berbagai persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat," tutur Cellica di hadapan ratusan peserta sosialisasi.

Pentingnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Cellica menegaskan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh lapisan pekerja, baik formal maupun informal. Menurutny,a masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa program tersebut merupakan bentuk perlindungan nyata dari negara untuk menghadapi berbagai risiko kerja.

Dengan iuran yang terjangkau, peserta BPJS Ketenagakerjaan berhak memperoleh berbagai manfaat perlindungan:

"Kalau kita hitung, biaya untuk membeli rokok atau jajanan sehari-hari sering kali lebih besar daripada iuran perlindungan ketenagakerjaan. Perlindungan sosial bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk kasih sayang kepada keluarga yang kita cintai," tegas Cellica.

Potensi Manfaat Fantastis bagi Keluarga Pekerja

Besaran manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan sesungguhnya sangat signifikan. Cellica mencontohkan kasus seorang pengemudi truk yang mengalami kecelakaan fatal. Meski musibah tersebut menyebabkan kehilangan besar bagi keluarganya, negara tetap hadir memberikan perlindungan.

Dua anak yang ditinggalkan получили manfaat pendidikan yang nilainya fantastis, mencapai sekitar Rp180 juta untuk mendukung masa depan dan pendidikan mereka.

Kisah ini membuktikan bahwa program ini bukan sekadar program administratif, melainkan instrumen perlindungan yang memberikan ketenangan bagi pekerja dan keluarganya.

Program Keringanan Iuran hingga Desember 2026

Cellica turut menyampaikan adanya program keringanan iuran yang berlaku hingga Desember 2026. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta.

Kehadiran negara melalui program perlindungan sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya tahan menghadapi berbagai risiko kehidupan.

Mendorong Partisipasi Masyarakat Karawang

Komisi IX DPR RI bersama BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak masyarakat Karawang memahami pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan seluruh pekerja dapat bekerja dengan tenang, produktif, dan memiliki jaminan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang dialog konstruktif antara masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan, dan Komisi IX DPR RI dalam memperkuat budaya perlindungan sosial sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkelanjutan.