Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sopir Pikap Ceritakan Mayat dalam Kardus Bau Menyengat hingga Diturunkan di Pertigaan Suryani

Bandung · Oleh ·

Sopir pikap bernama Tegar menerima orderan angkut kardus besar dari Andir ke Kopo. Ia mencium bau aneh saat perjalanan dan menolak membuka kardus karena sospechoso saat perjalanan menuju Palembang.

Sopir Pikap Ceritakan Mayat dalam Kardus Bau Menyengat hingga Diturunkan di Pertigaan Suryani

Tegar menerima orderan pick up dari kawasan Andir menuju Kopo, Senin pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di lokasi penjemputan, ia melihat sebuah paket berukuran besar yang sudah diletakkan di pinggir jalan. Ukurannya yang besar dan berat membuat Tegar diminta帮忙 mengangkat kardus tersebut ke bak mobil.

"Waktu naikin kan saya belum curiga itu-itu ya. Jadi saya bantu kayak sedikit ngangkat dikit gitu buat naikin," kata Tegar saat diperiksa di Mapolrestabes Bandung.

Penumpang yang ikut dalam pikap bernama SDS (31). Setelah paket dinaikkan, perjalanan dimulai menuju tujuan yang disebut SDS, yaitu kawasan Kopo. Namun di tengah jalan, Tegar mencium bau yang makin mengganggu.

Baca Juga: DPKP Bandung Tanam 10 Mahoni 5-6 Meter di Jalan Riau sebagai Pengganti Pohon yang Ditebang

"Saya masih curiga, saya tanya lagi: 'ini apa?'. Dia tetep jawabnya gitu. Terus saya bilang: 'kalau emang itu, gimana kalau kita buka?'. Nah dia bilang 'jangan jangan jangan'. Dia kayak menolak gitulah," ceritanya.

Sikap SDS yang menolak kardus dibuka justru membuat Tegar makin panik. Ia menghentikan mobil tepat sebelum lampu merah Pasir Koja, di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Terusan Suryani.

"Saya langsung turun, saya teriak-teriak ke dia: 'suruh dia turunin, pokoknya turunin turunin sama kamu turunin sendiri, saya engenak ini'," kata Tegar.

Baca Juga: Francisco Rivera Optimistis Persebaya Berikan Perlawanan Sengit untuk Persib di Final Piala Presiden

Kardus berisi jasad perempuan berinisial SM (41) itu kemudian ditinggalkan SDS di pertigaan tersebut. Sebelumnya, SDS bercerita bahwa tujuan pengiriman adalah "Kopo yang banyak travel" dengan titik pengantaran di kolong flyover. Setelah kardus diturunkan, ia justru pergi ke arah berbeda.

Polisi melacak pergerakan SDS dan berhasil menangkapnya kurang dari enam jam kemudian, saat tengah dalam perjalanan menuju Palembang.

"Alhamdulillah, tersangka dapat kita amankan kurang dari 6 jam saat perjalanan menuju Kota Palembang," kata Kool Mbah Dedi Supriyadi.

warga Babakan Ciparay menemukan mayat perempuan terbungkus kardus di Jalan Suryani setelah Tegar memberitahu warga sekitar bahwa ia menduga paket itu berisi mayat manusia. Pria 31 tahun yang ditangkap polisi kini diamankan di Satreskrim Polrestabes Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Motif pembunuhan dan hubungan antara SDS dengan korban masih didalami.