Sabil Akbar Gagas Roadshow Ngaliwet Akbar Sapa Masyarakat Desa di Karawang
Sabil Akbar dan SAC menggagas Roadshow Ngaliwet Akbar untuk menemui langsung masyarakat desa-desa di Karawang secara bergilir

Di Karawang, ratusan desa tersebar di wilayah yang luas. Hubungan antara wakil rakyat dan warga sering terputus oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Sabil Akbar, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, bersama Sabil Akbar Center (SAC) merespons situasi itu dengan sebuah konsep bernama Roadshow Ngaliwet Akbar.
Ngaliwet adalah istilah Sunda untuk makan bersama. Bedanya dengan acara resmi, ngaliwet dirancang berlangsung di desa-desa secara bergilir, dari satu lokasi ke lokasi lain. Masyarakat tidak perlu datang ke kantor atau aula. Sabil dan tim SAC yang datang ke tengah mereka.
"Malam Ngaliwet Akbar ini bukan sekadar makan bersama. Yang ingin kita bangun adalah suasana kebersamaan. Kita duduk bersama, berbicara, mendengar aspirasi masyarakat, dan mempererat silaturahmi," kata Sabil.
Baca Juga: Polres Cianjur sulap 349 knalpot bising jadi tugu Ayam Pelung, 5.424 kendaraan ditilang
Cikampek, Klari, dan Rengasdengklok masuk dalam daftar lokasi awal yang dibahas. Setiap desa yang menjadi bagian jaringan SAC mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.Coordinator wilayah bertugas mengomunikasikan kesiapan当地 dengan tim pusat.
Sabil menegaskan bahwa jumlah kehadiran bukan prioritas utama. "Yang kita bangun bukan sekadar jumlah orang yang hadir. Yang lebih penting adalah kualitas hubungan, komunikasi dan manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat," katanya.
Pendekatan ini dipilih karena aspirasi masyarakat tidak selalu muncul dalam forum resmi. Suasana santai dan kekeluargaan justru membuat warga lebih terbuka menyampaikan persoalan, harapan, maupun gagasan.
Baca Juga: 7.582 Warga Garut Positif TB, 81 Orang Meninggal dalam 9 Bulan
Konsep desentralisasi menjadi unsur penting dalam roadshow ini. Sabil mendorong agar setiap pelaksanaan tumbuh dari inisiatif masyarakat dan coordinator wilayah, bukan sepenuhnya dari perintah pusat. Dengan begitu, bentuk kegiatan bisa menyesuaikan karakter, kebutuhan, dan potensi masing-masing desa.
Selain ngaliwet, SAC juga mempertimbangkan kegiatan olahraga bersama, senam, dan program kemasyarakatan lainnya sebagai bagian dari rangkaian roadshow. Semuanya dirancang agar mempertemukan warga secara langsung.
Secara bersamaan, SAC juga membangun semangat kesetaraan di antara seluruh elemen yang terlibat. "Ke depan saya berharap tidak ada yang merasa paling tinggi atau paling rendah. Kita bangun kesetaraan," tegas Sabil. Coordinator wilayah dan komunitas diberikan ruang yang sama untuk berkontribusi.
Jaringan SAC di Karawang diharapkan terus meluas ke daerah lain di Jawa Barat. Setiap desa yang dikunjungi menjadi titik baru untuk mendengar, berdialog, dan membangun kebersamaan. Roadshow ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan perjalanan silaturahmi yangongoing.