Putih Sari Dorong CKG & GERMAS di Bekasi untuk Pencegahan PTM 2045
Putih Sari, Wakil Ketua Komisi IX DPR/MPR RI Fraksi Gerindra, dorong optimalisasi CKG dan GERMAS di Bekasi untuk pencegahan PTM menuju Indonesia Emas 2045, dengan melibatkan sinergi lintas unsur masyarakat lokal.

Kegiatan Sosialisasi CKG dan GERMAS di Desa Burangkeng Bekasi
Pada 2 Maret 2026, Wakil Ketua Komisi IX DPR/MPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, menghadiri dan memimpin sosialisasi bertema “Optimalisasi CKG dan GERMAS untuk Pencegahan dan Pengendalian PTM Menuju Indonesia Emas 2045” di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Acara ini dibuka dengan seni tradisional oleh Neng Lintah dan doa yang dipimpin oleh Mahfudin, dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan masyarakat lokal, termasuk Ketua RW 06 Sae’lin, Bimaspol Hadi, serta Babinsa Komarudin dan Bambang.
Tujuan Utama Kegiatan Sosialisasi
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan budaya hidup sehat yang berbasis pada pencegahan penyakit, bukan hanya pengobatan. Putih Sari menekankan bahwa kolaborasi lintas berbagai unsur ini menunjukkan bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat setempat.
Program CKG sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Dalam pemaparannya selama acara, Putih Sari menyoroti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai salah satu program unggulan dari pemerintah Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Program ini memiliki nilai-nilai positif yang kuat, mulai dari fokus pada deteksi dini penyakit, pemerataan akses layanan kesehatan ke seluruh lapisan masyarakat, efisiensi pembiayaan kesehatan, hingga penguatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan meskipun dalam kondisi sehat.
“Datanglah ke puskesmas saat sehat, agar kita tahu kondisi diri dan bisa mencegah risiko penyakit yang lebih besar. CKG bukan hanya layanan gratis, tapi kesempatan untuk melindungi kesehatan kita sejak dini,” ujar Putih Sari kepada peserta sosialisasi.
Ia menambahkan bahwa dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya enam bulan sekali, masyarakat dapat mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sejak awal, sehingga mencegah perkembangan penyakit kronis yang bisa mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
Peran GERMAS dalam Penguatan Budaya Hidup Sehat
Selain CKG, Putih Sari juga menekankan pentingnya peran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam mendukung upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). GERMAS menjadi wadah untuk menggerakkan masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, menghindari rokok dan alkohol, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Sinergi Lintas Unsur untuk Hasil Maksimal
Kehadiran perwakilan dari berbagai sektor, termasuk RT/RW, Bimaspol, dan Babinsa, menunjukkan pentingnya sinergi lintas unsur dalam menjalankan program kesehatan. Putih Sari menegaskan bahwa tanpa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga lokal, upaya optimalisasi program kesehatan tidak akan berjalan maksimal.
Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Putih Sari menegaskan bahwa upaya optimalisasi CKG dan GERMAS bukan hanya untuk saat ini, tetapi sebagai investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa dengan meningkatkan kesehatan seluruh warga Indonesia, bangsa dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi beban pembiayaan kesehatan, dan menciptakan generasi yang sehat dan tangguh.
“Indonesia Emas 2045 tidak bisa tercapai jika kita tidak memiliki penduduk yang sehat. Program CKG dan GERMAS adalah langkah konkret untuk mewujudkan hal itu,” ujar Putih Sari. Ia juga menyatakan dukungannya agar program ini dapat berjalan secara optimal di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi dan Indonesia pada umumnya.