Program Genting Kuningan: Sinergi Lintas Sektor Turunkan Stunting
Program Genting Kuningan menggabungkan peran pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menurunkan stunting. 5.638 balita tertangani dari 65.057 balita.

Kabupaten Kuningan Gagas Program Genting untuk Tekan Angka Stunting
Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resmi menghadirkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai strategi baru untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
Program ini lahir sebagai respons terhadap permasalahan stunting yang tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, pola asuh, sanitasi, serta akses terhadap air bersih.
Baca Juga: Veteran Karawang Tabur Bunga di Makam Pahlawan Sambil Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Pengabdian
"Menyelamatkan mereka dari stunting berarti menyelamatkan masa depan daerah dan bangsa," tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana.
Membangun Kolaborasi Lintas Sektor
Keunikan program Genting terletak pada pendekatannya yang melibatkan berbagai pihak secara langsung. Melalui program ini, pemerintah daerah mengajak:
Baca Juga: Karyawan Warkop di Majalengka Buat Laporan Palsu Perampokan untuk Tutupi Penggelapan
- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan
- BUMN dan BUMD yang beroperasi di wilayah Kuningan
- Dunia usaha dan pelaku industri lokal
- Perbankan dan lembaga keuangan di daerah
- Organisasi masyarakat dan komunitas sosial
- Warga masyarakat umum yang ingin berkontribusi
Setiap pihak yang terlibat sebagai orang tua asuh yang berkomitmen mendukung pemenuhan gizi dan pendampingan anak berisiko stunting secara berkelanjutan.
Pendampingan Menyeluruh untuk Anak Berisiko Stunting
Program Genting tidak sekadar memberikan bantuan sporadic. Pendampingan yang dilakukan mencakup:
- Pemberian bantuan pemenuhan gizi secara berkala dan terukur
- Pendampingan tumbuh kembang anak bersama kader Posyandu secara berkelanjutan
- Dukungan peningkatan kualitas hidup keluarga sasaran secara komprehensif
"Kepedulian tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pemenuhan gizi, pendampingan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan bersama kader Posyandu, hingga dukungan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga sasaran," jelas Kusmana.
Data Stunting di Kuningan: Condong dengan Target
Berdasarkan data terbaru hingga September 2025, Kabupaten Kuningan mencatat prevalensi stunting sebesar 8,7 persen. Angka ini setara dengan 5.638 balita dari total 65.057 balita yang telah diukur tinggi badannya.
Meski angka ini masih menunjukkan keberadaan kasus stunting, pemerintah daerah optimistis dengan adanya program Genting, angka tersebut dapat terus ditekan.
Penyaluran Bantuan Berbasis Data Akurat
Untuk memastikan setiap intervensi memberikan dampak nyata, pemerintah daerah menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan camat untuk:
- Memastikan pelaksanaan program dilakukan secara tepat sasaran
- Mengacu pada data by name by address dalam penyaluran bantuan
- Memanfaatkan basis data yang valid untuk memantau perkembangan balita
"Seluruh perangkat daerah dan para camat harus memastikan pelaksanaan program dilakukan secara tepat sasaran dengan basis data," imbau Kusmana.
Peran Strategis Swasta melalui CSR
Selain mengoptimalkan peran pemerintah, program Genting juga mendorong sektor swasta untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan demikian, sumber daya dari dunia usaha dapatdimaksimalkan untuk mendukung operasional dan jangkauan program.
Visi Menuju Generasi Unggul
Dengan semakin banyak pihak yang bergabung sebagai orang tua asuh, Kabupaten Kuningan optimistis dapat mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
"Semakin banyak pihak yang menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting, semakin besar peluang Kabupaten Kuningan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," tutup Kusmana.
Program Genting menjadi bukti nyata bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan kolaboratif. Di mana sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.