Polisi Aiptu Asep Suhara Tewas Ditabrak Sedan Hitam di Depan SD Merdeka Bandung
Polisi Aiptu Asep Suhara berusia 48 tahun meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya ditabrak sedan hitam dari belakang di depan SD Merdeka Bandung dan terseret beberapa meter

Aiptu Asep Suhara adalah polisi berusia 48 tahun yang bertugas di wilayah Cibiru dan sekitarnya. Dia menyelesaikan piket malam pada Minggu (9/8) dini hari dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Cibiru saat kecelakaan terjadi.
Kejadian bermula di sebuah perlintasan kereta api di Jalan Merdeka, Kota Bandung, tepat di depan SD Merdeka. Motor yang dikendarai Asep ditabrak dari belakang oleh pengemudi mobil sedan berwarna hitam. Dampaknya fatal, tubuh almarhum terseret beberapa meter di atas aspal.
Eka Yulianti, istri almarhum berusia 36 tahun, mendapat kabar duka dari ayahnya yang tinggal di Jalan Gumuruh, tempat keluarga Asep berasal. Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat datang ke kediaman tersebut pada Minggu subuh untuk menginformasikan insiden ini.
Baca Juga: Wahyu Nugroho Pecah Telor di SS600 ARRC Mandalika, Raih Kemenangan Perdana dari Grid ke-3
"Saya dapat informasi dari Bapak. Nah, Bapak itu dapat informasi dari Babinsa yang di sini, karena saya kan tinggal di Cibiru. Dapat informasi katanya ada anggota bernama Asep Suhara kecelakaan," kata Eka, Senin (10/8/2026).
Kondisi suaminya belum disebut meninggal pada saat informasi pertama diterima. Eka hanya diberitahu bahwa Asep sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Setelah keluarganya mengkonfirmasi ke adik almarhum, barulah diketahui bahwa Asep telah meninggal dunia di RS Sartika Asih pada pukul 04.30 WIB.
Dalam kasus serupa yang juga melibatkan tabrak lari, kepolisian sebelumnya berhasil meringkus pelaku yang menabrak seorang advokat di Cianjur. Seperti diketahui, keluarga Eka menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dengan satu harapan tunggal.
Baca Juga: Kabupaten Bandung Catat 7 Kebakaran Lahan dalam 8 Bulan, Polusi Asap Menjamu Warga Sekitar
"Harapannya ya untuk pelaku secepatnya tertangkap semua," tutur Eka.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, yakni Muhammad Rizki Ramdani, Muhammad Kevin Maeswara, Kinara Azalia Maeswari, dan Muhammad Kiandra Oktariandi.