Petani Bekasi Utara Sampaikan Aspirasi ke Plt. Bupati, Pemerintah Pastikan Solusi Infrastruktur dan Bantuan Benih
Pemkab Bekasi menerima aspirasi petani utara terkait banjir dan keterlambatan Bendungan Srengseng. Pemerintah menargetkan proyek rampung Maret 2026 dan menyalurkan bantuan benih.

Pemkab Bekasi Terima Aspirasi Petani Utara, Soroti Banjir dan Bendungan Srengseng
KABUPATEN BEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima aspirasi para petani dari wilayah utara dalam audiensi yang digelar di Ruang Kerja Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (9/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB tersebut berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan dari jajaran Polsek Cikarang Pusat.
6.000 Hektare Sawah Terdampak Banjir
Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterbukaan para petani dalam menyampaikan persoalan di lapangan.
Ia mengungkapkan sekitar 6.000 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bekasi terdampak banjir dan membutuhkan penanganan terintegrasi.
Plt. Bupati juga mengajak para petani memberikan masukan konstruktif untuk memulihkan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi sebelumnya karena harus menghadiri agenda bersama Gubernur Jawa Barat terkait penanganan tanggul.
Bendungan Srengseng Hilir Jadi Sorotan
Ketua Petani Kabupaten Bekasi Wilayah Utara, Jejen Jaenudin, menyampaikan sejumlah persoalan strategis, terutama keterlambatan pembangunan Bendungan Srengseng Hilir (BSH-0) di Desa Sukajaya.
Menurutnya, keterlambatan proyek berdampak langsung pada petani, baik dalam bentuk kekeringan saat kemarau maupun banjir ketika musim hujan.
Petani berharap adanya kepastian waktu penyelesaian agar sistem pengairan dapat kembali berfungsi optimal.
Selain itu, petani juga menyampaikan keluhan terkait:
- Gagal panen akibat banjir
- Permintaan bantuan benih atau bibit pertanian
- Normalisasi Kali Srengseng sepanjang 34 kilometer yang dinilai belum maksimal
- Anggaran perawatan pasca normalisasi sebesar Rp2,5 miliar yang belum dimanfaatkan optimal
- Permasalahan sampah di wilayah hilir
- Pengelolaan pintu air Kali Cikarang Hilir oleh Perum Jasa Tirta II
Target Penyelesaian dan Bantuan Benih
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, Deni, menyampaikan bahwa keterlambatan pembangunan bendungan dipicu berbagai kendala teknis.
Ia memastikan Bendungan BSH-0 ditargetkan rampung pada awal Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, H. Abdullah, menyatakan kesiapan penyaluran bantuan benih bagi petani terdampak seluas sekitar 8.000 hektare, yang direncanakan direalisasikan pada bulan berjalan.
Komitmen Perkuat Koordinasi
Audiensi yang berakhir sekitar pukul 11.30 WIB tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan petani.
Kehadiran aparat kepolisian memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap hasil dialog ini dapat segera ditindaklanjuti secara konkret demi menjaga stabilitas serta keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.