Persib Bandung Tidak Bisa Daftarkan Pemain Baru Akibat Sanksi FIFA dari Kasus Robert Alberts 2022
Persib Bandung kena sanksi Registration Ban dari FIFA karena kasus Robert Alberts 2022. Klub tidak bisa daftar pemain baru untuk sementara waktu.

Persib Bandung tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk sementara waktu. Sanksi Registration Ban dari FIFA sudah tercantum terhadap nama klub, dan manajemen menyebut kasus ini berakar dari perselisihan dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022.
Kasus ini muncul ke permukaan setelah FIFA menerbitkan keputusan terkait laporan yang diajukan Alberts semasa melatih Persib. Manajemen baru mengetahui adanya sanksi itu belakangan ini dan langsung membentuk tim internal untuk menelaahnya.
"Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru," tulis CEO Persib Adhitia melalui rilis resmi. "Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh."
Baca Juga: TransNusa Mulai Terbang Langsung Jakarta-Bangkok 6 Agustus dengan Dua Keberangkatan Harian
Manajemen menyatakan tidak akan diam menghadapi sanksi ini. Klub menyebut akan menyelesaikan melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana pernah mereka lakukan pada kasus serupa sebelumnya.
Persib pernah mengalami situasi serupa ketika pertama kali terkena Registration Ban dari FIFA. Pengalaman itu kini menjadi acuan bagi manajemen untuk menavigasi proses penyelesaian.
Persoalan hukum dengan mantan pelatih sebenarnya bukan hal baru di dunia sepak bola Indonesia. Beberapa klub besar pernah menghadapi kasus serupa yang berujung pada sanksi dari federasi internasional.
Baca Juga: Polresta Bandung Tangkap 36 Tersangka dari 29 Kasus C3, Curanmor Mendominasi dengan 13 Kejadian
Di tengah situasi ini, Persib memastikan persiapan menghadapi Liga 1 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru yang sudah direkrut sudah diproses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan PSSI.
Persib meminta Bobotoh, julukan suporter mereka, untuk tidak panik. Manajemen menyatakan kasus ini tidak akan mengganggu agenda utama klub dalam mempersiapkan tim untuk musim baru.
PT Persib Bandung Bermartabat juga menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi federasi merupakan bagian dari profesionalisme klub. Klub berjanji akan mengutamakan pendekatan rasional dan objektif dalam menyelesaikan masalah ini.
Persib melalui Piala Presiden 2026 berakhir sebagai runner-up setelah kalah dari Persebaya lewat adu penalti. Hasil itu menjadi satu-satunya trofi yang bisa dikejar Manajemen pada paruh pertama 2026.
Sanksi FIFA ini menjadi tantangan baru bagi tubuh teknis dan manajemen Persib jelang musim kompetisi yang baru. Fans muda yang sudah menunggu penampilan Recky Festian dkk di Liga 1 harus bersabar menantikan debut pemain-pemain baru.