Penghitungan Arus Mudik Pantura Cirebon di H-1 Lebaran 2026
Kisah petugas traffic counting di Posko Mudik Dishub Kota Cirebon saat H-1 Lebaran 2026, beserta data arus lalu lintas, tren tahunan, dan kebijakan lalu lintas untuk kelancaran mudik.

Suasana Posko Mudik Dishub Kota Cirebon di H-1 Lebaran 2026
Pada Jumat pukul 11.37 WIB, suasana di Posko Mudik Dinas Perhubungan (Dishub Kota Cirebon) terasa campuran antara hiruk-pikuk laju kendaraan dan nuansa Lebaran yang semakin menghangat. Di tengah keramaian, Libo Widi, petugas traffic counting dengan model rambut klimis, tampak fokus memandang aspal ruas arteri Jalur Pantura (Pantura) yang tak kunjung sepi.
Widi adalah salah satu dari 12 petugas yang ditempatkan di posko mudik untuk mencatat dan melaporkan fluktuasi arus lalu lintas setiap 15 menit. Tugasnya bukan hanya sekadar menghitung jumlah kendaraan, tetapi juga menyediakan data krusial untuk kebijakan rekayasa lalu lintas yang bertujuan memastikan perjalanan pemudik tetap lancar dan aman.
Cara Kerja dan Tantangan Petugas Traffic Counting
Setiap shift berlangsung selama 4 jam, Widi dan rekan kerja berbagi tugas untuk mengkategorikan kendaraan yang melintas. Metode yang digunakan kini sudah berbasis digital, dengan aplikasi di ponsel yang telah menyediakan kategori kendaraan standar:
- Sepeda motor (R2)
- Mobil penumpang (R4)
- Angkutan kota
- Bus
- Truk termasuk dump truck
"Saya sedang bertugas, menghitung laju kendaraan pada H-1 Lebaran," ujar Widi saat berbincang di posko yang terletak di samping kawasan bersejarah Goa Sunyaragi.
Tugas yang dimulai sejak pandemi COVID-19 mereda ini sudah dijalani Widi selama 6 tahun. Setiap musim mudik Lebaran, ia harus menghadapi pola kerja yang menuntut ketahanan fisik, mental, dan kesabaran, terutama saat cuaca tak pasti dan dalam kondisi puasa. Widi menjaga kondisi tubuh dengan pola makan bergizi dan istirahat cukup selama sela tugasnya.
Menurut Indra Setiaman, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, di posko induk terdapat sekitar 15 personel dari Dishub, TNI, dan Polri yang berjaga bersama untuk memantau arus lalu lintas dan memastikan koordinasi berjalan lancar.
Data Arus Lalu Lintas dan Tren Tahunan
Sejak H-7 Lebaran 2026, rata-rata kendaraan yang melintas di titik pengamatan mencapai 3.000 hingga 4.000 kendaraan per jam. Pada puncak arus mudik sebelumnya, yaitu Kamis (19/3), tercatat 8.814 kendaraan melintas dalam satu jam antara pukul 11.00 hingga 12.00 WIB siang.
Data yang dikumpulkan tidak hanya berfungsi sebagai catatan harian, tetapi juga menjadi bahan analisis dan evaluasi untuk kebijakan lalu lintas masa depan. Pemerintah daerah membandingkan data tahun berjalan dengan tahun sebelumnya untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diterapkan.
Tren volume lalu lintas Jalur Pantura Cirebon menunjukkan penurunan berturut-turut sejak 2022:
- 2022: 1,6 juta unit
- 2023: 1,5 juta unit
- 2024: 1,2 juta unit
- 2025: 1,1 juta unit
Namun, hingga H-1 Lebaran 2026, jumlah kendaraan menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya, meskipun angka final masih menunggu hingga arus balik selesai. Tahun ini, Dishub Kota Cirebon menerapkan kebijakan baru yang tidak melibatkan penutupan jalur, melainkan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas dengan memperpanjang waktu hijau di titik-titik tertentu untuk mengurangi kepadatan. Hasilnya, arus kendaraan tetap terkendali tanpa menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan.
Kisah Personal Petugas yang Mengorbankan Lebaran
Di balik kesibukan tugas, Widi memiliki sisi personal yang tak kalah kuat. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, ia telah melewatkan momen berkumpul dengan keluarga besar selama 6 tahun berturut-turut saat Lebaran.
"Memang yang dirindukan itu kumpul bareng saudara. Pasti terasa ada yang kurang," tutur Widi.
Meskipun merindukan suasana Lebaran bersama keluarga, ia menegaskan bahwa tugas ini adalah kewajiban yang harus dijalani. Keluarganya pun memahami tanggung jawab yang dipikulnya setiap tahun, dan ia berusaha meluangkan waktu untuk berkumpul dengan mereka di luar rutinitas tugas mudik. Di sela tugasnya, ia juga menyampaikan pesan kepada para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, untuk lebih memperhatikan keselamatan dalam perjalanan.
Pendapat Pemudik: Pilihan Berangkat di H-1 Lebaran
Selain petugas, ada juga pemudik yang membuat pilihan unik untuk menghindari puncak arus mudik. Iwan, pemudik asal Bekasi yang sedang menuju kampung halaman di Pekalongan, Jawa Tengah, memilih berangkat pada H-1 Lebaran.
"Kalau berangkat lebih awal biasanya malah kena macet panjang. Saya pilih H-1, arusnya masih ramai tapi lebih jalan," ujar Iwan.
Ia mengaku lebih tenang dengan pilihan waktu tersebut, karena bisa menyesuaikan waktu istirahat dengan lebih fleksibel tanpa terjebak dalam kemacetan panjang. Bagi Iwan, perjalanan mudik selalu membawa makna yang sama, yaitu kerinduan untuk berkumpul dengan keluarga di hari kemenangan.
Penutup: Komitmen Menjaga Keamanan Arus Mudik
Saat gema suara takbir mulai terdengar di setiap sudut Kota Cirebon, Widi dan rekan-rekan petugas masih tetap berjaga di posko. Data penghitungan arus mudik pada pukul 20.45 WIB Jumat menunjukkan rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 2.081 unit, dengan total sekitar 49.932 kendaraan yang didominasi sepeda motor sebanyak 42.827 unit.
Meskipun suasana Lebaran semakin menghangat, komitmen petugas untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik tidak akan berhenti hingga semua pemudik tiba di kampung halaman dengan selamat.