Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pendaki Sukabumi Meninggal di Rinjani, Dimasakamkan Sesuai Pesan Terakhir

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Seorang pendaki asal Sukabumi, Endang Subarna, meninggal di Gunung Rinjani NTB pada 14 Mei 2026 akibat sesak napas. Jenazahnya dimakamkan di TPU Cisarua sesuai pesan terakhirnya untuk didekatkan dengan makam orang tua.

Pendaki Sukabumi Meninggal di Rinjani, Dimasakamkan Sesuai Pesan Terakhir

Kejadian Meninggalnya Pendaki Asal Sukabumi di Gunung Rinjani

Endang Subarna, warga Kampung Cagar Alam, RT 01/RW 03, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, meninggal dunia saat melakukan pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Korban dilaporkan terjatuh dan tidak sadarkan diri ketika melintasi kawasan Bukit Penyesalan di jalur pendakian via Sembalun pada Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut ketua RW 03 Desa Sekarwangi, Rahmat Nugraha, Endang diketahui memiliki riwayat gangguan pernapasan atau sesak napas. Namun, korban diduga tetap memaksakan diri melanjutkan perjalanan pendakian hingga mengalami kondisi kritis di jalur antara Pos 2 menuju Pos 3.

"Adapun emang pada dasarnya mempunyai riwayat sesak napas gitu. Mungkin dikarenakan dia memaksakan diri untuk mendaki, akhirnya terjadilah musibah hilangnya nyawa," ujar Rahmat dalam keterangan pada Minggu, 17 Mei 2026.

Proses Evakuasi dan Pengiriman Jenazah ke Jawa Barat

Setelah dinyatakan meninggal dunia, tim SAR langsung melakukan proses evakuasi jenazah dari kawasan Gunung Rinjani menuju Lombok. Usai berhasil dievakuasi, jenazah Endang diterbangkan menuju Jawa Barat. Pesawat yang membawa jasad korban tiba pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.

Pihak keluarga kemudian membawa jenazah menggunakan ambulans sekitar pukul 13.15 WIB. Namun, jenazah tidak dibawa ke rumah korban di Desa Sekarwangi, melainkan langsung menuju kawasan TPU Cisarua, Cibodas, Kecamatan Nagrak.

Pesan Terakhir yang Menjadi Alasan Pemindahan Lokasi Pemakaman

Menurut Rahmat, pemindahan lokasi pemakaman ini dilakukan untuk memenuhi pesan terakhir almarhum kepada keluarganya. Sebelum berangkat mendaki, Endang sempat berpesan kepada istrinya agar jika ia meninggal dunia, dimakamkan di dekat makam kedua orang tuanya.

"Kalau misalkan pendek usia, untuk ke depannya pengen dimakamkan di dekat pemakaman ibu bapaknya yang berada di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak," tutur Rahmat.

Prosesi Pemakaman yang Tertunda Akibat Hujan Deras

Rombongan ambulans tiba di lokasi TPU Cisarua sekitar pukul 15.30 WIB. Prosesi pemakaman sempat tertunda lantaran hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Setelah cuaca membaik, sekitar pukul 16.30 WIB, Endang akhirnya dimakamkan di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak. Ia dimakamkan tepat di samping makam kedua orang tuanya sesuai pesan terakhir yang pernah disampaikan kepada keluarga.

Pelajaran Penting dari Kejadian Ini

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh para pendaki untuk selalu menghormati batasan kesehatan masing-masing sebelum melakukan aktivitas pendakian. Meskipun Gunung Rinjani merupakan tujuan pendakian populer di Indonesia, medan yang menantang dan ketinggian tinggi dapat membebani sistem pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Para pendaki disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum berangkat mendaki, serta tidak memaksakan diri jika merasakan gejala tidak nyaman seperti sesak napas, pusing, atau kelelahan berlebih selama perjalanan. Selain itu, selalu membawa peralatan pendakian yang memadai dan mengikuti aturan jalur pendakian yang telah ditentukan untuk menghindari risiko kecelakaan.

Kepergian Endang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat, terutama karena ia berhasil memenuhi permintaan terakhirnya sebelum berangkat mendaki.