Pencarian Deni Kurniawan di Waduk Saguling Masuki Hari Kedua, Ini Fakta Lengkapnya
Operasi pencarian Deni Kurniawan (19), mahasiswa Cimahi yang tenggelam di Waduk Saguling, memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan masih berjuang menemukan korban.

Insiden di Perairan Bunker Batujajar
Seorang mahasiswa asal Cimahi berinsial DK (19) menjadi sorotan setelah nekat melompat ke perairan kawasan Bunker Batujajar, Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Aksi berani tersebut berubah menjadi tragedi ketika korban tidak mampu kembali ke permukaan.
Peristiwa naas ini terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore hari. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban bersama beberapa teman menyewa perahu untuk menyusuri kawasan waduk yang terkenal dengan kedalaman airnya.
Baca Juga: Pengendara Mobil Tertabrak Pejalan Kaki di Jalan Lodaya Bandung, Korban 55 Tahun Meninggal di TKP
Aksi Nekat di Kedalaman 27 Meter
Tepat di kawasan Bunker Batujajar, korban tiba-tiba melompat ke dalam air.ironisnya, tindakan tersebut dilakukan meski sudah dilarang oleh rekan-rekannya dan auchfer perahu yang menyewa.
Kondisi perairan di area ini memiliki kedalaman mencapai 27 hingga 28 meter. Arus bawah air yang cukup kuat menjadi faktor berbahaya bagi siapa pun yang tidak dengan karakteristik lokasi tersebut.
Baca Juga: Pasukan Sekutu Kuasai Lembang 10 Maret 1946 Setelah Pertempuran Sengit di Villa Isola
"Korban melompat ke air meski telah dilarang. Kondisi arus bawah air yang cukup kuat semakin mempersulit situasi," jelas sumber kepolisian.
Upaya Penyelamatan yang Gagal
Segera setelah korban melompat, pengemudi perahu segera bertindak untuk menyelamatkan. Dengan sigap, nachofer meraih rambut korban sebagai upaya menariknya ke permukaan.
Namun, kondisi korban yang panik membuat pegangan tersebut terlepas. Korban kemudian tenggelam ke dasar perairan setelah sempat muncul ke permukaan sesaat.
Operasi Pencarian Hari Kedua Still Intensif
Memasuki hari kedua pada Minggu, 5 Juli 2026, tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian. Operasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan berbagai instansi:
- Personel Polsek Batujajar
- Tim Basarnas
- Relawan Bandung Barat (BBAS)
- ASDP Dinas Perumahan Rakyat Provinsi Jawa Barat
"Seluruh elemen tim gabungan telah dikerahkan ke titik lokasi kejadian untuk menyisir area perairan sampai korban berhasil ditemukan," tegas Kompol Asep Saepuloh, Penanggulangan Batujajar.
Metode dan Kendala Pencarian
Tim gabungan menerapkan berbagai strategi pencarian untuk memaksimal kan hasil:
- Penyisiran menggunakan perahu di seluruh area permukaan perairan
- Pemasangan jaring dan jangkar untuk menyisir titik-titik strategis
- Penentuan radius berdasarkan koordinat terakhir korban terlihat
- Penempatan tim penyelam di titik-titik yang dicurigai
Sejumlah kendala dihadapi di lapangan. Kondisi arus bawah air yang cukup strong menjadi hambatan teknis dalam proses pencarian. Namun, tim terus berkoordinasi untuk memastikan area pencarian mencakup seluruh zona yang mungkin dilalui korban.
Komitmen Penuh hingga Korban Ditemukan
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim SAR gabungan tetap berkomitmen menuntaskan operasi pencarian ini. Seluruh personel bersiaga penuh di lokasi kejadian dengan harapan target pencarian dapat tercapai.
Proses penyisiran dilakukan secara berulang pada radius yang telah ditentukan. Tim terus memperbarui strategi sesuai dengan kondisi lapangan untuk memaksimalkan peluang menemukan korban.