Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Bandung Distribusikan Air Lewat Tangki ke Permukiman Ciumbuleuit yang Sulit Akses Air Bersih

Bandung · Oleh ·

Warga Ciumbuleuit Cidadap sulit dapat air bersih karena posisi permukiman lebih tinggi dari sumber air. Distrito Bandung mengirim tangki sambil tunggu jaringan PDAM.

Pemkot Bandung Distribusikan Air Lewat Tangki ke Permukiman Ciumbuleuit yang Sulit Akses Air Bersih

Ratusan warga di permukiman padat di sekitar Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, selama ini mengandalkan air dari mata air yang lokasinya justru lebih rendah dari tempat tinggal mereka. Jarak dan kedalaman sumber air membuat warga sulit menjangkaunya sendiri.

Kondisi geografis itulah yang membuat kebutuhan air bersih di kawasan tersebut tidak bisa langsung dipenuhi dari sumber alam yang ada. Farhan menjelaskan, kedalaman sumber air di kawasan itu kadang-kadang mencapai 100 meter.

"Posisi permukiman warga berada lebih tinggi dibandingkan sumber mata air. Ditambah kedalaman yang sangat jauh ini, warga tidak bisa memanfaatkan langsung meskipun mata air tersedia," kata Farhan.

Baca Juga: 10 Pohon di Bandung Diselamatkan DLH Setelah Dirusak, Pelaku Terancam Sanksi Administrative dan Pidana

Untuk sementara, Pemerintah Kota Bandung mengirim tangki air ke titik-titik yang dianggap paling kritis. Pen distribution itu menjadi satu-satunya cara agar warga tidak kehabisan air di musim kemarau.

Upaya jangka panjang yang diincar adalah pembangunan jaringan air perpipaan melalui Perumda Air Minum atau PDAM. Farhan menyatakan, satu-satunya solusi permanen untuk kawasan itu adalah melalui sistem perpipaan PDAM.

Rencana itu juga terhubung dengan program besar penyediaan air baku untuk Kota Bandung. Saat ini, pemerintah kota masih membahas dengan Indonesia Power untuk bisa menarik sekitar 3.500 liter air per detik dari kawasan Saguling dan Cirata.

Baca Juga: Pemkot Bandung Giatkan Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Cibiru Setelah Semak Belukar Dominasi Lahan

"Masih tarik-menarik dengan Indonesia Power untuk bisa menarik 3.500 liter per detik. Sambil menunggu solusi jangka panjang melalui penguatan sistem PDAM, kami tetap memenuhi kebutuhan warga dengan langkah-langkah sementara," kata Farhan.

Bagi warga Ciumbuleuit, distribusi air lewat tangki memang membantu, tapi tidak bisa diandalkan sebagai kebutuhan harian jangka panjang. Mereka menunggu kepastian kapan jaringan perpipaan bisa menjangkau permukiman mereka.

Pada 2024, krisis air bersih meluas di Jawa Barat dengan 25 daerah terdampak kekeringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih bukan hanya masalah di Ciumbuleuit, tapi sudah menjadi isu strategis di banyak wilayah.

Langkah jangka pendek seperti pengiriman tangki air memang perlu, tapi warga di kawasan serupa menantikan solusi infrastruktur yang bisa menjamin ketersediaan air setiap saat.