Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Bandung Gandeng TNI dan Swasta Uji Motah untuk Tangani 1.147 Ton Sampah Sisa Per Hari

Bandung · Oleh ·

Baru 37 persen sampah Kabupaten Bandung yang tertangani. Pemerintah setempat kini menguji Motah hasil kerja sama dengan TNI dan swasta untuk meningkatkan kapasitas penanganan.

Pemkab Bandung Gandeng TNI dan Swasta Uji Motah untuk Tangani 1.147 Ton Sampah Sisa Per Hari

Baru 37 persen dari total sampah harian di Kabupaten Bandung yang berhasil tertangani. Dari 1.820 ton sampah yang timbul setiap hari, kapasitas penanganan saat ini baru mencapai 673 ton.

Selisih 1.147 ton sampah itu menjadi alasan utama Pemerintah Kabupaten Bandung mencari alternatif pengolahan. Mereka menggandeng Kodim 0624 dan PT Hierrotama Indojaya untuk menguji coba Mesin Olah Runtah (Motah).

"Keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah saat ini membutuhkan kolaborasi serta inovasi teknologi," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Baca Juga: Dwiki Dharmawan dan Sandy Sondoro Bawakan Soundtrack Film Legendaris Pakai Aransemen Jazz di Kota Baru Parahyangan

Motah akan diuji efektivitas, kapasitas, dan kelayakannya dalam mendukung sistem pengelolaan sampah. Tim pemkab akan memantau mesin ini sebelum memutuskan apakah teknologi itu bisa diterapkan lebih luas.

Menurut Dadang, teknologi pengolahan sampah bukan satu-satunya solusi. Pemerintah tetap menekankan pengurangan sampah di sumber, pemilahan, dan perubahan perilaku masyarakat sebagai bagian penting dari sistem penanganan.

"Namun teknologi bukanlah satu-satunya jawaban. Pengurangan sampah dari sumbernya tetap menjadi bagian penting," katanya.

Baca Juga: Persib Turun di Dewata Challenge Series 2026 untuk Asah Taktik Jelang Empat Kompetisi

Jika memenuhi aspek teknis dan lingkungan, Motah bisa dipertimbangkan sebagai pilihan untuk memperkuat penanganan sampah di Kabupaten Bandung. Pemerintah membuka ruang bagi inovasi lain yang bisa melengkapi sistem pengelolaan yang ada.

Dadang mengajak TNI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi mitra strategis dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya.