Pakar Jelaskan Langkah Saat Dikejar Anjing, Berlari Justru Picu Serangan
Pakar menjelaskan langkah tepat saat dikejar anjing, berlari justru memicu insting buru yang membuat anjing terus mengejar dan menyerang.

Di Jawa Barat, kasus gigitan anjing yang berakhir di rumah sakit masih terjadi tiap tahun. Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat mencatat ratusan laporan gigitan setiap tahun, terutama di wilayah perkotaan Bandung Raya yang padat penduduk dan banyak hewan peliharaan lepas tanggung jawab.
Hukum di Indonesia memberikan tanggung jawab penuh kepada pemilik anjing. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemilik bisa dikenai hukuman pidana apabila anjingnya menyebabkan cedera pada orang. Perda Jawa Barat juga mengatur kewajiban pemilik hewan untuk mencegah hewan mereka mengganggu keselamatan umum.
"Kalau anjingnya tidak terkontrol dan menggigit orang, pemiliknya bisa diancam pidana," kata pengacara publikasi hukum Bandung, Fachmi Rachman, dalam wawancara telepon, Senin. Ini berarti kasus gigitan anjing bukan sekadar masalah perdata ganti rugi, tapi bisa上升到 proses hukum pidana.
Pakarnya sendiri memiliki perspektif berbeda soal respons yang tepat. Lembaga kesejahteraan hewan PDSA Inggris menjelaskan bahwa kesalahan paling umum yang dilakukan manusia saat berhadapan dengan anjing adalah berlari. Anjing memiliki insting berburu alami yang sangat kuat. Begitu melihat sesuatu bergerak cepat menjauh dari mereka, insting itu langsung terpicu untuk mengejar.
Tanda-tanda awal yang menunjukkan anjing mulai tidak nyaman sebenarnya sudah terlihat. Ekor yang kaku, telinga terangkat ke depan, dan tatapan yang melekat盯死 pada target adalah sinyal awal stres. Kalau tanda-tanda ini terus diabaikan, anjing akan berpindah ke tahap yang lebih berbahaya: menggeram, menyalak tajam, dan memperlihatkan gigi.
Jika anjing sudah dalam mode teritorial dengan tubuh kaku menghadap langsung dan gerakan melambat menuju korbannya, respons yang disarankan adalah berhenti bergerak total. Berdiri tegap, lakukan kontak mata yang kuat, dan teriakkan perintah bernada rendah yang tegas seperti "Hei!" atau "Stop!" dalam satu kata pendek.
Tunggu satu hingga dua detik setelah anjing itu berhenti. Lalu ambil satu langkah mantap ke arah anjing sambil memerintahkan "Pulang!" Suara dan sikap konfrontatif yang tenang itu hampir selalu efektif memaksa anjing mundur ke areanya.
Pada situasi darurat di mana anjing benar-benar menerjang tanpa减速, segera carilah objek kokoh yang bisa dipanjat. Kalau tidak ada sama sekali, berdiri diam seolah menjadi sebatang pohon. Jaga lengan merapat ke tubuh, hindari kontak mata langsung, dan jangan bergerak sama sekali. Gerak bahkan sekecil apa pun akan memicu insting kejarnya.
Jika sampai jatuh ke tanah karena serangan anjing, tekankan tubuh untuk melindungi bagian leher dan wajah dengan kedua tangan. Posisi meringkuk seperti bola mengurangi risiko cedera fatal.
Pemilik anjing di Jawa Barat diharapkan mampu membaca sinyal stres pada hewan peliharaan mereka sebelum situasi terlepas kendali. Anjing yang agresif bukan selalu anjing jahat, melainkan sering kali hewan yang merasa takut atau terancam dan pemiliknya tidak membaca sinyal itu lebih awal.