Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Masa Libur Sekolah, Warga Bandung Diwajibkan Giat Ronda Malam Cegah Begal

Bandung · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Warga Bandung diminta aktifkan ronda malam saat libur sekolah untuk cegah aksi begal. Pemkot terapkan strategi ganda: penegakan hukum dan pembinaan pelajar.

Masa Libur Sekolah, Warga Bandung Diwajibkan Giat Ronda Malam Cegah Begal

Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah strategis dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam di seluruh wilayahnya. Inisiatif ini merupakan respons atas meningkatnya potensi kejahatan jalanan, khususnya aksi begal, yang kerap terjadi selama periode libur sekolah.

Latar Belakang Meningkatnya Ancaman Keamanan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa momentum libur sekolah menjadi tantangan besar dalam menjaga keamanan kota. Durante masa ini, tingkat kekerasan di kalangan pelajar mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Kodam III/Siliwangi dan PT Sedulur Multi Kreasi Helat Festival di Stadion Siliwangi 21-23 Agustus denganAgenda Olahraga hingga Musik

"Karena masa libur sekolah inilah yang sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya," tegas Farhan.

Lemahnya pengawasan orang tua selama anak-anak berada di luar rumah menjadi salah satu faktor utama mengapa aksi kriminalitas mudah terjadi. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan di Kota Bandung.

Strategi Preventif melalui Siskamling Terintegrasi

Untuk merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandung mengintensifkan program Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota. Melalui program ini, seluruh lapisan masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Api Melalap Padang Rumput di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede, Relawan Padamkan dengan Alat Seadanya

Pengawasan akan difokuskan pada:

Pendekatan Pembinaan Selain Penegakan Hukum

Farhan menegaskan bahwa penanganan pelajar yang terlibat tindakan kekerasan tidak cukup hanya dengan pendekatan represif. Diperlukan strategi ganda yang memadukan penegakan aturan dengan proses pembinaan karakter.

"Kami akan melakukan tindakan tegas yang disertai pembinaan. Keduanya harus berjalan beriringan agar perilaku negatif tidak terus berulang," jelas Farhan.

Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelajar yang pernah terlibat tindakan kekerasan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif perilaku mereka, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Peran Vital Kehadiran Warga dalam Ronda Malam

Keberadaan warga yang berpartisipasi aktif dalam ronda malam menjadi lini pertahanan pertama terhadap potensi kejahatan. Dengan adanya kehadiran di lapangan, ruang gerak pelaku kriminalitas dapat dipersempit secara signifikan.

Masyarakat diharapkan tidak hanya bersifat pasif, tetapi turut serta dalam:

Langkah Penertiban Lokasi Strategis

Selain mengaktifkan siskamling, Pemerintah Kota Bandung juga akan melakukan penertiban terhadap lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul tanpa izin pada malam hari selama periode liburan sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preemptif untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan terorganisir.

Komitmen Bersama untuk Bandung Lebih Aman

Keberhasilan program keamanan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh warga Kota Bandung. Farhan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

"Seluruh wilayah di Kota Bandung diminta untuk kembali mengintensifkan kegiatan ronda dan pengawasan lingkungan," tegas Farhan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Bandung dapat menjadi kota yang lebih aman bagi seluruh warganya, terutama pelajar yang sedang menikmati masa liburan sekolah mereka.