Kru Darmawangsa WO Ungkap Komunikasi Terakhir Pemilik Sebelum Perjalanan ke Majalengka
Kru perusahaan Darmawangsa Wedding Organizer mengungkap komunikasi terakhir dengan pemilik Suci sebelum ia hilang kontak, setelah mengaku berangkat ke Majalengka bersama kerabat.

Sejumlah korban dugaan penipuan layanan perencana pernikahan Darmawangsa Wedding Organizer (WO) telah melaporkan kasus mereka ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Di tengah proses penanganan laporan, kru perusahaan mengungkap detail komunikasi terakhir dengan pemilik Suci sebelum ia menghilang kontak sepenuhnya, setelah mengaku akan bepergian ke Majalengka.
Detail Komunikasi Terakhir dengan Pemilik Darmawangsa WO
Salah satu kru, Tita, mengatakan bahwa komunikasi dengan Suci masih berlangsung normal hingga Rabu malam sebelum ia menghilang. Pada malam tersebut, Suci memberitahu kru bahwa ia akan bepergian ke Majalengka bersama salah satu saudaranya. "Dia bilang bahwa dia mau berangkat ke Majalengka bersama saudaranya," ujar Tita saat ditemui di kompleks Polda Jabar bersama sejumlah korban dan rekan kru, Senin (8/6).
Karena masih ada beberapa pekerjaan persiapan acara yang harus diselesaikan, Tita melakukan tindak lanjut komunikasi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari untuk menanyakan kondisi dan keberadaan Suci. "Nah di jam 2 subuh saya follow up, dia sudah sampai mana. Ternyata dia sudah di Majalengka," katanya.
Keesokan paginya, komunikasi masih berlanjut dengan pembahasan terkait kebutuhan acara yang akan digelar dalam waktu dekat, termasuk pembayaran balon, properti, dan perlengkapan acara lainnya. Namun, setelah sesi komunikasi tersebut, Suci tidak lagi memberikan respons terhadap pesan maupun panggilan telepon dari para kru.
Tita menyebut bahwa komunikasi terakhir yang diterimanya dari Suci terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, nomor yang biasa digunakan oleh pemilik WO tersebut tidak lagi aktif, dan pesan yang dikirimkan kemudian menampilkan tanda centang satu (telah terkirim tetapi belum dibaca). "Jam terakhir sekitar jam 3 sore. Setelah itu kami hubungi kembali, ternyata WhatsApp-nya sudah ceklis satu," katanya.
Upaya Kru Menemukan Keberadaan Suci
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, para kru kemudian mendatangi rumah Suci pada Kamis malam. Mereka berharap keluarga pemilik WO dapat memberikan informasi mengenai keberadaannya atau setidaknya mengetahui tujuan perjalanannya. Namun, saat tiba di lokasi, para kru tidak mendapatkan jawaban yang mereka harapkan.
Keluarga Suci mengaku tidak mengetahui keberadaan perempuan tersebut, bahkan malah membalas tanya kepada kru tentang keberadaan dan pendamping Suci saat bepergian. "Orang tua dan saudaranya juga tidak tahu, malah balik tanya ke kami. Mereka menanyakan apakah kami tahu dia pergi ke mana atau bersama siapa," ujar Tita.
Di saat yang sama, telepon dan pesan dari vendor maupun klien terus berdatangan kepada para kru. Banyak di antara mereka yang mencari keberadaan Suci karena pembayaran yang dijanjikan sebelumnya belum diterima.
Dampak pada Kru dan Pihak Terkait
Kru lainnya, Putri, mengatakan bahwa para pekerja ikut terdampak akibat hilangnya pemilik WO tersebut. Meskipun para kru tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan perusahaan, mereka kini menjadi target pencarian dan penjelasan dari para korban penipuan.
"Vendor dan klien dari Kamis malam itu sudah mulai menghubungi kami," kata Putri. Menurutnya, para kru berharap keberadaan Suci segera diketahui agar seluruh persoalan yang kini mencuat dapat memperoleh kejelasan. Dengan adanya informasi yang jelas, diharapkan masalah pembayaran yang tertunda dan tuntutan dari klien serta vendor dapat terselesaikan dengan baik.
Foto: Dok. Istimewa