Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Krisis Guru di Jawa Barat, Defisit 6.000 Orang Jadi Sorotan

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Defisit 6.000 guru SMA/SMK terjadi di Jawa Barat dengan 104.634 pendidik tersebar di 5.205 sekolah, menjadi perhatian serius komisi V.

Krisis Guru di Jawa Barat, Defisit 6.000 Orang Jadi Sorotan

Defisit Guru SMA/SMK Capai 6.000 Orang

DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi V tengah memperjuangkan penambahan jumlah guru di tingkat SMA dan SMK. Kondisi defisit tenaga pengajar ini disebut mencapai sekitar 6.000 orang.

Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menunjukkan bahwa saat ini terdapat 104.634 orang guru yang tersebar di 5.205 sekolah negeri dan swasta di seluruh wilayah provinsi.

Dewan Soroti Kekurangan Guru

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Aceng Malki, menjelaskan bahwa angka tersebut masih jauh dari ideal. Ia menilai perlunya penambahan ribuan guru baru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di tingkat menengah.

"Itu dia (butuh guru) dan kita kekurangan guru 6.000," jelas Aceng Malki.

Komisi V yang memiliki tupoksi membidangi pendidikan terus mengawal jalannya program pendidikan di Jawa Barat. Pengawasan terhadap ketersediaan tenaga pengajar menjadi salah satu fokus utama mereka.

Kekurangan Bisa Bertambah Tanpa Rekrutmen

Jika tidak ada upaya perekrutan guru baru, Aceng Malki memperkirakan kondisi defisit akan semakin memburuk. Angka kekurangan diperkirakan melonjak menjadi 8.000 orang pada 2026-2027.

"Kalau tidak ada pengangkatan 2026-2027, bisa jadi 8.000. Itu hanya tingkat SMA, SMK, belum SD dan SMP," terang Aceng Malki.

Angka 8.000 itu hanya mencakup jenjang SMA dan SMK. Artinya, jika diperhitungkan seluruh jenjang pendidikan, kebutuhan guru di Jawa Barat akan jauh lebih besar.

Pansus Jadi Solusi yang Diusulkan

Legislator berharap dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Jawa Barat. Langkah ini dinilai penting untuk mengakomodasi berbagai permasalahan pendidikan, termasuk kebutuhan dan kesejahteraan guru.

Pembentukan Pansus diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pendidikan di provinsi tersebut secara menyeluruh.

Guru sebagai Ujung Tombak Pendidikan

Aceng Malki menekankan bahwa keberadaan guru yang memadai memiliki dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan. Guru disebut sebagai elemen paling krusial dalam sistem pendidikan.

"Ujung tombak pendidikan itu di guru," kata Aceng Malki.

Ia optimistis dengan ketersediaan guru yang ideal, generasi bangsa dapat dididik dengan lebih berkualitas. Oleh karena itu, masalah defisit guru perlu mendapat perhatian serius dari seluruh stakeholder pendidikan.